Sering Macet, Kawasan Sekitar Jembatan Kedungkandang Bakal Diberlakukan Rekayasa Lalin

Feb 15, 2021 11:07
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto saat ditemui awak media usai melakukan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di Jalan Raya Sawojajar, Minggu (15/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto saat ditemui awak media usai melakukan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di Jalan Raya Sawojajar, Minggu (15/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Kawasan persimpangan Jembatan Kedungkandang Kota Malang seringkali terjadi kemacetan di beberapa titik. Hal tersebut membuat Dinas Perhubungan Kota Malang akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan tersebut. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Handi Priyanto mengatakan bahwa memang benar terkait kemacetan yang seringkali terjadi di persimpangan Jembatan Kedungkandang disebabkan oleh arus kendaraan dari beberpa titik. 

Diantaranya kendaraan yang melaju dari arah Jalan Muharto menuju Jembatan Kedungkandang, seringkali terjadi crossing dengan kendaraan yang melaju dari arah Jalan Raya Ki Ageng Gribig menuju kawasan Jalan Muharto. 

"Sebenarnya kalau kendaraan yang akan atau dari jembatannya tidak apa-apa dan tidak menyebabkan kemacetan. Tapi yang membuat macet itu ya yang Muharto ke Ki Ageng Gribig dan sebaliknya," jelasnya kepada pewarta, Senin (15/2/2021). 

Handi menuturkan bahwa sebenarnya dibangunnya Jembatan Kedungkandang tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan. Karena sebelum adanya jembatan tersebut selalu terjadi kemacetan yang cukup panjang.

Namun, kenyataannya saat ini masih saja terjadi kemacetan dengan intensitas sering di Persimpangan Jembatan Kedungkandang. Oleh sebab itu, Handi menjelaskan bahwa di kawasan persimpangan Jembatan Kedungkandang akan dilakukan rekayasa lalu lintas. 

"Untuk kendaraan yang dari Muharto tidak bisa lagi langsung menuju ke jembatan langsung. Tapi harus belok ke arah Jalan Raya Ki Ageng Gribig terlebih dahulu," jelasnya. 

Handi mengatakan bahwa saat kendaraan yang melaju dari arah Jalan Muharto dan di arahkan ke Jalan Raya Ki Ageng Gribig akan disediakan lokasi U-Turn atau jalan putar balik. Sehingga dapat mengurai kemacetan yang seringkali terjadi di Persimpangan Jembatan Kedungkandang. 

"Lebar jalan di Jalan Raya Ki Ageng Gribig itu kan sempit. Jadi akan kami lebarkan. Awalnya kan hanya dua lajur, itu nanti dibuat empat lajur. Supaya ketika ada kendaraan berbelok, kendaraan lainnya bisa ngambil lajur sebelahnya," jelasnya. 

Sementara itu, terkait adanya rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan di persimpangan Jembatan Kedungkandang serta rencana pelebaran jalan dan pemasangan titik lokasi U-Turn, Handi menuturkan bahwa terkait pelebaran jalan merupakan rangkaian proyek pembangunan dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). 

"Itu sudah masuk dalam (proyek pembangunan, red) KemenPUPR. Nanti juga ada median jalan di sana juga. Informasi terakhir akan dilakukan pada tahun 2021," ujarnya. 

Nantinya, setelah proses pembangunan pelebaran jalan dan penempatan median jalan serta penempatan titik lokasi U-Turn, maka penerapan rekayasa arus lalu lintas akan diterapkan.

Topik
rekayasa lalu lintasarus lalu lintas kota malangJembatan KedungkandangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru