Tolak Din Syamsuddin Disebut Radikal, 14 Ribu Lebih Orang Teken Petisi

Feb 15, 2021 09:33
Din Syamsuddin (Foto: Ngopibareng.id)
Din Syamsuddin (Foto: Ngopibareng.id)

INDONESIATIMES- Belasan ribu orang telah menandatangani petisi menolak Din Syamsuddin yang disebut telah melakukan tindakan radikal. Petisi tersebut awalnya diunggah melalui laman change.org dengan judul Pak Din Syamsuddin Tidak Radikal.  

Dengan target dukungan 15 ribu orang, hingga pukul 09.15 WIB petisi tersebut sudah ditandatangani sebanyak 14.000 orang. Petisi yang dibuat oleh seseorang bernama David Alka itu ditujukan kepada GAR ITB.  

Dalam deskripsinya, petisi itu berisi tentang tudingan radikal terhadap Din adalah tindakan yang absurd dan tidak masuk akal.  

"Abdsurd dan Salah Alamat Melaporkan Din Syamsuddin Radikal

Adalah absurd, tidak masuk akal jika Prof Din Syamsuddin dilaporkan sebagai radikal," begitu bunyi kutipan petisi tersebut.  

Selain itu, David juga menuliskan beberapa pendapat dari para tokoh seperti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti hingga Azyumardi Azra tentang sosok Din.

"Menurut Prof. Azyumardi Azra, Prof Din adalah salah satu gurubesar terkemuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia memberikan banyak kontribusi bukan hanya pada UIN Jakarta, tapi juga  Muhammadiyah dan negara-bangsa Indonesia dengan mensosialisasikan pentingnya dialog dan perdamaian untuk membangun peradaban dunia yang lebih adil," terang petisi itu.

Di sisi lain, petisi itu juga meminta agar KASN dan Kemenag bisa menilai secara objektif terkait tudingan terhadap Din.  

"Pimpinan KASN dan Kementerian Agama hendaknya dapat menilai masalah ini secara objektif dan adil. Dengan begitu dapat diciptakan suasana kepegawaian yang lebih kondusif terkait isu sosial politik," lanjut petisi itu.  

Diketahui, Din sebelumnya dilaporkan sejumlah alumni ITB yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GAR) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku terkait radikalisme. GAR-ITB melaporkan Din ke KASN melalui surat terbuka nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021.  

Mereka melaporkan Din lantaran masih tercatat sebagai ASN dengan jabatan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam laporan itu, Din diduga melanggar kode etik sebagai ASN terkait sejumlah pernyataan dan tindakannya dalam 2 tahun terakhir.

Di antaranya mengenai putusan Mahkamah Konstitusi terkait putusan hasil sengketa Pilpres 2019 dan kiprahnya di KAMI.

Topik
Din Syamsuddinpetisi untuk din syamsuddinkasus radikalisme

Berita Lainnya

Berita

Terbaru