Tahap Pertama, Sekitar 600 Orang di Kabupaten Malang Batal Menerima Vaksin Covid-19

Feb 14, 2021 19:20
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo (masker hitam, pakai kaca mata) saat menerima vaksin Covid-19. (Foto: instagram dinkesmalangkab)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo (masker hitam, pakai kaca mata) saat menerima vaksin Covid-19. (Foto: instagram dinkesmalangkab)

MALANGTIMES - Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz, mengkonfirmasi jika sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 90 persen prioritas pertama, yakni para tenaga kesehatan (nakes) yang telah menerima vaksinasi Covid-19.

”Sudah ada sekitar 91 persen (nakes, red) yang telah menerima vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang,” ucapnya saat dikonfirmasi media online ini, Minggu (14/2/2021).

Dijelaskan Aniswaty, data capaian vaksinasi tersebut merupakan rekap data terbaru yang dia peroleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang pada Kamis (11/2/2021).

Dari data tersebut, tercatat ada sekitar 8 ribu orang yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19. ”Target vaksinasi Covid-19 pada tahap pertama di Kabupaten Malang ada 7.960 orang,” jelasnya.

Sedangkan sejak pencanangan vaksinasi Covid-19 pada Sabtu (30/1/2021) lalu, target penerima vaksin telah terealisasi hingga 91,39 persen. ”Sudah ada 7.275 orang yang telah menerima vaksinasi di Kabupaten Malang,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menuturkan, dari hasil evaluasi pada minggu lalu, tercatat ada ratusan peserta penerima vaksin yang terpaksa dibatalkan.

”Dari target sekitar 8 ribu penerima (vaksin Covid-19) itu, total ada sekitar 600 sekian yang batal (menerima vaksin),” ucapnya.

Menurut Arbani, penyebab dari dibatalkannya para penerima vaksin ini, lantaran yang bersangkutan tidak lolos pada tahapan skrining alias tes kesehatan. ”Rata-rata yang dibatalkan menerima vaksin ini karena memiliki riwayat penyakit komorbid. Jadi sudah tidak menjadi prioritas penerima vaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Arbani, masih pada data yang sama, tercatat ada sekitar 10 persen dari total data penerima vaksin yang harus dijadwalkan ulang. Alasannya, karena sebagian besar dari penerima vaksin tersebut memiliki tensi tinggi.

”Dari sekitar 8 ribu (penerima vasin) itu, ada 800-an yang sempat ditunda,” pungkasnya.

 

Topik
vaksin sinovacVaksin Covid 19vaksin covid 19 kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru