Lewat Bimbingan Mualaf Center Indonesia Malang, 40 Warga Malang Raya Jadi Mualaf

Feb 14, 2021 16:13
Para pengurus Mualaf Center Indonesia Malang yang beberapa waktu lalu berada di UIN Malang untuk melakukan ikrar pembacaan syahadat warga yang ingin jadi Mualaf, dipimpin langsung Rektor UIN Malang Prof Abdul Haris (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para pengurus Mualaf Center Indonesia Malang yang beberapa waktu lalu berada di UIN Malang untuk melakukan ikrar pembacaan syahadat warga yang ingin jadi Mualaf, dipimpin langsung Rektor UIN Malang Prof Abdul Haris (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mualaf Center Indonesia Cabang Kota Malang telah banyak membantu dan membimbing masyarakat menjadi mualaf. Terhitung, dari data sementara, sebanyak 40 orang telah menjadi mualaf lewat bimbingan Mualaf Center Indonesia cabang Kota Malang. Hal itu dibenarkan Nofan Christianto, pengurus Mualaf Center Indonesia Kota Malang

"Dari data sementara ada sekitar 40 orang (mualaf). Itu sejak empat tahun lalu," ucapnya, saat ditemui di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya lebih lanjut, jika cakupan Mualaf Center Indonesia ini adalah wilayah Malang Raya. Dan 40 orang yang menjadi mualaf tersebut, kesemuanya berasal dari wilayah Malang Raya, mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang maupun Kota Batu.

Bagi seseorang yang memang bertekad untuk menjadi seorang muslim, dijelaskannya, bisa langsung menghubungi Mualaf Center Indonesia Malang melalui akun media sosial mualafcentermalang dengan mengirimkan pesan.

Dari situ, pihaknya akan menindaklanjuti dengan memberikan informasi hal-hal apa saya yang diperlukan atau hal yang perlu dipersiapkan untuk menjadi seorang mualaf yang sah. Selain itu, masyarakat juga bisa langsung mendatangi kantor sekretariat Mualaf Center Indonesia untuk meminta penjelasan detail di alamat Jalan Klayatan 3 gang Teratai, Bandungrejosari, Sukun, Kota Malang.

Namun sebelum orang yang ingin menjadi mualaf tersebut membaca pengikraran dengan kalimat syahadat, dari pengurus Mualaf Center Indonesia Malang akan benar-benar melakukan verifikasi untuk melihat keseriusan niat apakah seseorang tersebut benar-benar tulus ingin menjadi mualaf.

"Ada verifikasinya. Dari pengurus sendiri akan melihat keseriusannya," jelasnya.

Jika memang dilihat dari niat dan ketulusan seseorang tersebut begitu bertekad menjadi mualaf, pihaknya akan menyampaikan prosedur dan tata cara untuk menjadi mualaf hingga sampai pengikraran dengan pembacaan kalimat syahadat.

Selain itu, dalam upaya pembinaan terhadap para masyarakat yang berniat menjadi mualaf maupun mereka yang sudah mualaf, pihaknya juga menggandeng kampus Islam, seperti halnya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang.

Seperti halnya beberapa waktu lalu, Riki Herman Nugroho, warga Jalan Kenanga Indah RT 4 RW 6, Kota Malang, sah menjadi seorang mualaf setelah mengikrarkan dengan pembacaan dua kalimat syahadat di  UIN MALIKI Malang

Pria berumur 40 itu masuk Islam dengan membaca syahadat dipandu oleh Rektor UIN MALIKI Malang, Prof Abdul Haris.

Turut disampaikannya, jika dalam proses bimbingan seseorang menjadi mualaf terkadang tak selalu berjalan mulus. Berbagai hambatan pernah dihadapi oleh para pengurus. Seperti harus berhadapan dengan keluarga yang tidak setuju jika anggota keluarga menjadi mualaf.

“Pernah ada kasus, kita mau mensyahadatkan tapi keluarga tidak setuju, bahkan sampai dikurung. Namun kita tetap berupaya memberikan pengertian, kita melindungi yang bersangkutan, bahkan kalau perlu tempat tinggal sementara kita akan fasilitasi,” ujar Nofan.

Sementara itu, mengenai Mualaf Center Indonesia sendiri, dijelaskan Nofan berpusat di Jakarta. Lembaga ini didirikan oleh seorang mualaf Steven Indra atau yang akrab disapa Koh Steven pada tahun 2003. 

 

Topik
mualaf center indonesiasyarat jadi mualafmualaf center kota malangberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru