Muntah dan Demam Paska Divaksin, Berikut Kondisi 72 Nakes di Malang yang Alami KIPI

Feb 12, 2021 13:44
Kadinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo (pakai kaca mata) saat menjelaskan kondisi nakes penerima vaksin Covid-19 yang sempat mengalami KIPI paska disuntik vaksin. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Kadinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo (pakai kaca mata) saat menjelaskan kondisi nakes penerima vaksin Covid-19 yang sempat mengalami KIPI paska disuntik vaksin. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, mengkonfirmasi ada sekitar 72 orang penerima vaksin Covid-19 yang mengalami Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) setelah menerima suntikan pertama vaksinasi.

”Dari 8 ribu sekian nakes (tenaga kesehatan) yang masuk dalam prioritas pertama vaksinasi, ada sekitar 72 orang yang mengalami KIPI,” ucapnya.

Kondisi KIPI terparah yang dialami oleh para nakes di Kabupaten Malang ini, dijelaskan Arbani, hanya mengalami muntah-muntah sesaat setelah menerima suntikan vaksinasi Covid-19. 

”Alhamdulillah KIPI yang paling berat kemarin hanyalah muntah-muntah,” ujarnya.

Sebagian kasus lainnya, masih menurut Arbani, juga ada nakes yang mengalami demam beberapa hari paska menerima suntikan vaksin sinovac yang berasal dari Cina ini.

”(Beberapa kasus KIPI, red) dirasakan hanya selama tiga hari saja. Muntahnya dihari pertama saja, setelah itu agak demam,” jelasnya.

Dari analisa Dinkes Kabupaten Malang, insiden KIPI yang dialami oleh para nakes lantaran yang bersangkutan kurang beristirahat sesaat sebelum menerima suntikan vaksinasi Covid-19.

”Mungkin (penyebab KIPI karena) kondisi yang bersangkutan malamnya tidak istirahat, porsi istirahatnya kurang. Sehingga pada pagi hari waktu di vaksin ada gejala KIPI itu,” ulasnya.

Sejauh ini, mereka yang dikabarkan mengalami KIPI kondisinya saat ini dipastikan sudah stabil. ”Saat ini Alhamdulillah tidak ada masalah. Kondisi mereka sampai sekarang sudah membaik, tidak ada masalah,” jelasnya.

Meski ada puluhan nakes yang mengalami KIPI, namun Arbani memastikan jika vaksin Covid-19 aman. Sebab, ada sederet tahapan yang harus dilalui oleh calon penerima sebelum akhirnya disuntik vaksin Covid-19.

Tahapan yang harus dilalui itu meliputi regristasi, skrining kesehatan, penyuntikan vaksin, dan observasi yang terbagi dalam 4 meja tahapan vaksinasi.

Selain itu, pada saat vaksinasi dilangsungkan, Dinkes Kabupaten Malang juga telah bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Sehingga akan ada dokter spesialis penyakit dalam yang akan dilibatkan saat tahapan vaksinasi dilangsungkan.

”Jadi kami harus benar-benar menjaga jangan sampai terjadi KIPI. Kalau (yang mengalami, red) KIPI hanya 1 persen kami masih bisa menangani. Tapi harapan kami ya jangan sampai terjadi KIPI,” tukasnya.

Untuk diketahui, sampai dengan saat ini vaksinasi masih dilakukan kepada sasaran prioritas pertama, yakni para nakes. Seperti yang sudah diberitakan, merujuk pada data Dinkes Kabupaten Malang, jumlah nakes yang diproyeksikan menerima vaksin Covid-19 ada sekitar 10 ribu orang.

Di mana, 8 ribu diantaranya merupakan nakes aktif atau yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berusia atau di bawah 59 tahun. Sedangkan 2 ribu diantaranya, merupakan nakes yang masuk kategori usia di atas 60 tahun atau lanjut usia (lansia).

 

Topik
vaksinasi kabupaten malangvaksinasi nakeskejadian ikutan paska imunisasi kipinakes alami kipiNakes Kabupaten MalangDinas Kesehatan Kabupaten Malangberita vaksinasi kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru