Pengaruhi Politik Dunia, Bung Karno Kutip Alquran Saat Pidato di United Nation (PBB)

Feb 12, 2021 12:56
Bung Karno (Foto: BeritaSatu.com)
Bung Karno (Foto: BeritaSatu.com)

INDONESIATIMES - Presiden pertama Indonesia Soekarno, pernah membuat geger Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Di kesempatan yang sama, ia justru membuat bangsa-bangsa lain terkesima atas pidato yang disampaikan di tempat sidang umum PBB.  

Melansir melalui channel YouTube Suluh Muda, dengan berapi-api Soekarno membahas konsep kebangsaan. Lalu ia mengutip ayat Alquran di depan seluruh petinggi negara yang hadir.  

Lantas seperti apa bunyi pidato yang disampaikan Bung Karno hingga ia disebut sebagai Pahlawan Islam Asia-Afrika itu?  

Bung Karno menyampaikan pandangan-pandangannya di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-15 yang diselenggarakan pada 30 September 1960. Dalam pidato pandangannya tersebut, Bung Karno dinilai berani untuk banyak mengkritik tajam soal kolonialisme, imperialisme dan peran PBB.

"Saya benci imperialisme! Saya menentang Kolonialisme! dan saya curiga terhadap cara-cara terakhir mereka yang sedang terpojok itu," ujar Soekarno di awal pidatonya.   

Ia lantas mengatakan, jika Indonesia dan dunia ini tidak boleh jadi permainan oleh bagian kecil.  

"Kami telah bertekad, bahwa bangsa kami dan dunia ini secara keseluruhan tak boleh menjadi permainan oleh satu bagian kecil dari dunia ini saja!" tegasnya.  

Lebih lanjut, Bung Karno mengatakan, jika PBB sudah bersikap tidak netral. Kepentingan bangsa-bangsa baru selalu dikalahkan dengan negara besar.  

Bung Karno lantas mencontohkan PBB yang kala itu tidak menghukum Amerika Serikat (AS), Inggris, atau negara besar lain yang mencampuri bahkan menggangu urusan dalam negeri lain. 

Lewat pidato berjudul "Build The World a New" (Membangun Tatanan Dunia yang Baru) Bung Karno juga memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang diserap melalui materi-materi lokal kenusantaraan.  

Image
Foto: YouTube Suluh Muda

Kemudian, Bung Karno dengan bangga juga menawarkan Pancasila sebagai ideologi alternatif. "Pancasila, bagi kami adalah 5 prinsip yang menuntun kami dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya. 

Bung Karno lantas melanjutkan membaca butir-butir Pancasila tersebut yang disambut gemuruh tepuk tangan oleh para hadirin. Pidato itu pun mampu membuat para hadirin sidang PBB terkesima dan terhipnotis. Mereka hanya menjadi pendengar yang tekun dan bersungguh-sungguh.

Namun, yang membuat umat Islam dan seluruh dunia bangga terhadapnya ialah saat Bung Karno memperkenalkan konsep kebangsaan melalui kutipan ayat Alquran di hadapan seluruh petinggi dan seluruh anggota PBB. 

Tampil dengan baju kebangsaan warna putih dan lengkap dengan kopiah serta kacamata baca, dalam buku berjudul "Total Bung Karno 2" ia mengatakan, "Saya telah memanjatkan do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar lidah saya dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menyatakan perasaan hati saya. Dan saya juga telah berdo'a agar kata-kata ini akan bergema dalam hati sanubari mereka yang mendengarnya".

Bung Karno lantas mengutip Alquran Surah Al-Hujurat ayat 13 sebagai salah satu ayat yang membicarakan konsep kebangsaan dari sudut pandang Islam. Kepada forum PBB Bung Karno mengatakan "kitab suci Islam mengamanatkan sesuatu kepada kita saat ini".  

Image
Foto: YouTube Suluh Muda

"Hai, sekalian manusia, sesungguhnya aku telah menjadikan kamu sekalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan, sehingga kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu sekalian kenal-mengenal satu sama lain. Bahwasannya yang lebih mulia di antara kamu sekalian ialah yang lebih taqwa kepadaKu," begitu bunyi surah Al-Hujurat ayat 13 yang disampaikan Bung Karno dalam pidatonya.  

Kutipan pidato itu sangat menohok sekaligus membuat malu negara-negara yang berazaskan Islam. Banyak pemimpin negara yang berazaskan Islam termasuk Arab Saudi merasa kecolongan. Sebab sebelumnya tak ada 1 pun kepala negara yang pernah mengutip ayat kitab suci Alquran dalam pidatonya. Hanya Bung Karno-lah Presiden RI yang melakukannya.  

Oleh sebab itu, Bung Karno dinobatkan sebagai Pahlawan Islam Asia-Afrika. Penobatan itu dilakukan saat pertemuan pemimpin negara-negara Asia-Afrika di Kairo, Mesir yang kemudian melahirkan gerakan non blok pada tahun 1961. 

 

Topik
Presiden Soekarnopidato soekarnosoekarno pidato di pbbsatir alquranPerserikatan Bangsa Bangsa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru