Ribuan Produk Lampion Kota Malang Sempat Banjiri Italia

Feb 12, 2021 11:48
Pengerajin lampion asal Kota Malang yakni Ahmad Syamsudin saat ditemui di rumah produksi lampion di kawasan Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Pengerajin lampion asal Kota Malang yakni Ahmad Syamsudin saat ditemui di rumah produksi lampion di kawasan Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Produk-produk lampion asal Kota Malang tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, sebelum adanya pandemi covid-19, produk lampion buatan Cempaka Lampion yang berlokasi di Jalan Ir Juanda Gang 5, RT 08/RW 01, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malabg, sangat digemari oleh konsumen luar negeri, seperti Italia. 

Pemilik sekaligus pengerajin lampion di Cempaka Lampion Ahmad Syamsudin mengatakan, sebelum pandemi covid-19, dirinya dapat menerima pesanan lampion sebanyak 4.000 hingga 5.000 buah. "Sebelum covid, dulu rutin kami dapat pesanan dari Italia untuk produk Carlsberg. Jumlahnya 3.000," ujarnya saat ditemui awak media di rumah produksi lampionnya. 

Ahmad pun menjelaskan awal mula produknya bisa diminati  konsumen luar negeri. Semua itu berawal saat ada festival lampion di Jakarta dan dirinya menyabet seluruh gelar juara. "Dari orang Anker Bir,  saya dikenalkan ke importer Italia di Jakarta waktu ikut festival lampion tahun 2011-an. Terus saya kenalan dan mereka langsung pesan. Biasanya Carlsberg 3.000 lampion, Anker  2.000," ungkapnya. 

Produk lampion yang dijual terdiri atas berbagai macam ukuran dan harga. Namun khusus yang dikirimkan ke Italia untuk perusahaan Carlsberg menjelang Imlek, bentuknya bola. "Kalau yang dikirim ke Italia itu bentuk bola. Biasanya digunakan saat menjelang imlek. Satu bijinya dengan diameter 40 sentimeter saya jual Rp 150 ribu," kata Ahmad. 

Ketika disinggung mengapa konsumen dari Italia menggemari produk Cempaka Lampion, Ahmad pun tidak dapat menjawab dengan detail. Pasalnya, baik ukuran, bahan dan bentuk sama seperti lampion-lampion yang dibuat oleh pengerajin lainnya. 

"Saya juga nggak tahu urkok banyak yang minat. Tapi mungkin ketepatan waktu dan kualitas. Itu yang saya jaga. Kami memang tepat waktu, kalau pesannya Februari harus ada, ya kami kerjakan sejak Desember," ucap Ahmad. 

Produk lampion di tempat Ahnad banyak varian harga dan bentuknya. Mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 juta. Mulai dari bentuk bola, oval, kapsul hingga bentuk karakter. 

Ketika disinggung terkait produk lampion dengan harga Rp 100 juta, Ahmad mengatakan bahwa pada saat itu ada salah satu konsumen dari Bojonegoro yang memesan lampion dengan bentuk karakter Rajawali di Cempaka Lampion. "Yang pesan dari Bojonergoro, buatnya langsung di tempat. Ada dua lampion berbentuk karakter rajawali. Harganya Rp 100 juta. Tingginya 13 meter," terangnya. 

Selain itu, Ahmad  mengungkapkan bahwa biasanya dalam satu bulan, sebelum adanya pandemi covid-19, dirinya bersama pengerajin di Cempaka Lampion dapat memproduksi 2.000 sampai 3.000 lampion. 

"Biasanya itu yang ramai kalau mau Imlek sama mau takbiran. Tapi selain itu juga banyak pesanan untuk acara nikahan, hiasan di jafe, festival maupun per orangan," ucapnya. 

Selain menyasar pasar lampion di Malang Raya atau luar negeri, Ahmad menambahkan bahwa konsumennya biasanya berasal dari dalam negeri yakni dari wilayah Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Kalimantan.

Topik
Lampion MalangEkspor lampionBisnis lampion

Berita Lainnya

Berita

Terbaru