Satops Patnal Gerak Cepat Lakukan Razia, Hp Hingga Efek Gitar Ditemukan dalam Lapas

Feb 12, 2021 09:41
Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono (tengah) dan Kalapas Kelas 1 Malang Anak Agung Gede Krisna (kanan) saat menunjukan hasil razia kamar hunian WBP pada Kamis malam. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono (tengah) dan Kalapas Kelas 1 Malang Anak Agung Gede Krisna (kanan) saat menunjukan hasil razia kamar hunian WBP pada Kamis malam. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Usai dikukuhkan Kanwil Kemenkumham Jatim Kamis pagi (11/2/2021), Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) Korwil Malang langsung bergerak cepat. Mereka melaksanakan razia di kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Malang atau Lapas Lowokwaru, Kamis malam (11/2/2021).

Hasilnya, Satops Patnal Korwil Malang  menemukan banyak barang dari  kamar para WBP. Mulai benda tajam, HP, korek gas, kabel, hingga sound effect gitar.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Krismono mengatakan razia itu merupakan tindak lanjut usai pengkukuhan. Penggeledahan melibatkan 12 satuan kerja (satker) dengan 150 personel. Penggeledahan masing-masing kamar melibatkan 11 satker dari korwil Malang dan 1 satker dari kantor wilayah. "Tentu tujuannya jelas, membersihkan lapas dari benda-benda terlarang, seperti senjata tajam, gas korek, HP, dan yang lainnya," jelasnya.

Lebih detail Krismono merincikan, dari hasil razia, jumlah barang yang ditemukan cukup banyak. Mulai dari handphone 11 buah, sajam 12 buah, sendok delapan buah, gunting dua buah, korek api 26 buah, kabel dan stop kontak lima buah, gas portable enam buah, music box satu buah, charger empat buah, dan obeng satu buah.

"Penyelundupan benda-benda tersebut bisa dari kunjungan dan bahkan ada yang dilempar dari luar. Namun mereka ini dengan berbagai modus luar biasa dalam menyelundupkan. Bahkan ada yang menyelundupkan dimasukkan dalam makanan dan benda lainnya untuk mengelabui. Namun teman-teman petugas saat ini semakin teliti dalam melakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Selain upaya penggeledahan, pihaknya akan melakukan pendekatan secar humaslnid agar hal-hal tersebut tidak dilakukan oleh para WBP. Sebab, bila saja tetap nekat menyelundupkan barang terlarang ke lapas, akan ada konsekuensi dari pelanggaran yang mereka lakukan.

"Jadi, seluruh blok yang digeledah. Termasuk blok narkoba. Mamun dari hasil penggeledahan, dari blok Narkoba belum ada temuan. Dan dari hasil tes urin juga hasilnya negatif," beber Krismono.

Kasatgas Satops Patnal Korwil Malang Anak Agung Gde Krisna menambahkan, selain memperketat arus masuk barang, pihaknya juga menggalakkan razia secara rutin. Razia tersebut melibatkan empat regu yang dimiliki lapas. Tiap regu dalam sebulan melakukan razia sebanyak dua kali.

"Artinya ada delapan kali razia dalam sebulan. Dan ini ditambah lagi dengan Satops Patnal yang juga melakukan razia dua kali dalam sebulan. Dan razia itu dilakukan sewaktu-waktu," ucapnya.

Sesuai juga dengan instruksi Dirjen Pemasyarakatan Irjen Reynhard Silitonga, lapas juga telah membangun inteljen pemasyarakatan. Artinya bila memang  ada informasi, langsung bergerak. Informasi ini bisa dari mana pun.

"Bisa dari masyarakat, bahkan WBP sendiri. Misalnya ada WBP yang temannya bawa HP, karena takut dengan dia kena sanksi juga, kemudian dia melaporkan pelanggaran , ahkirnya Informasinya kita tindak lanjuti," ungkapnya.

Meskipun dengan keterbatasan personil yang tak sebanding dengan jumlah WBP, pihaknya tetap berusaha maksimal mungkin dalam melakukan pengawasan dengan melibatkan dan kordinasi dengan berbagai satker.

"Untuk tiap satker,  ada 11 Satker yang masuk wilayah Korwil Malang, dipimpin kepala unit masing-masing. Baru kordinator unitnya saya. Misalnya dari kepala unit memetakan dari hasil mitigasi kemudian butuh bantuan untuk razia, kemudian saya kordinasi dengan unit yang lain untuk membantu personil dalam razia," paparnya.

 

Topik
Lapas Kelas 1 MalangRazia Lapas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru