Tolak Ibunya Dimakamkan Pakai Protokol Covid-19, Pria Ini Ancam Bakar Mobil Polisi

Feb 11, 2021 14:49
Saat S diamankan oleh polisi (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Saat S diamankan oleh polisi (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

BONDOWOSOTIMES - Warga Desa Kajar, Tenggarang, Kabupaten Bondowoso diamankan polisi karena mengancam petugas kesehatan saat hendak memakamkan pasien Covid-19.

Pemuda berinisial S (20) itu bersikap anarkis dan berteriak agar ibunya tak dimakamkan secara protokol Covid-19.  Karena ia tak percaya adanya korona.

Peristiwa itu pun dibenarkan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz. Dirinya menyebutkan S menolak ibunya dimakamkan secara protokol Covid-19.

"Betul. Ada penolakan dari anaknya. Agar ibunya tak dimakamkan secara protokol Covid-19," kata Erick di Mapolres, Kamis (11/2/2021).

Erick menjelaskan, upaya persuasif juga sudah dilakukan dengan melibatkan kades dan tokoh masyarakat setempat. Namun S  tetap menolak ibunya dimakamkan secara Covid-19.

"Bahkan mengancam aparat dengan menggunakan samurai dan akan membakar mobil polisi," ujarnya.

Data yang dihimpun oleh wartawan media ini, kejadian bermula saat Maryati (41) warga Desa Kajar, Tenggarang dinyatakan meninggal karena positif Covid-19 di RSUD dr Koesnadi, berdasarkan hasil Swab PCR.

Proses pemulasaraan jenazah akhirnya menggunakan protokol kesehatan Covid-19 yang juga melibatkan sebagian anggota keluarga dengan APD lengkap dan sesuai syariat Islam.

Namun pada saat proses pemakaman di desa setempat terjadi penolakan keras oleh S. Ia ngotot agar ibunya dimakamkan secara umum, karena ia tak pernah percaya Covid-19. Tak tanggung-tanggung, ia mengancam akan membakar rumah sakit, serta mobil polisi. 

Bahkan, dengan sajam samurai ia juga mengancam petugas jika jenazah ibunya dimakamkan secara protokol Covid-19.

Puluhan aparat terdiri Ton Dalmas Polres, Kodim, Satpol PP, dan lainnya akhirnya diterjunkan untuk mengantisipasi hal terburuk serta membubarkan kerumunan massa. Pun melakukan upaya dengan berkoordinasi dengan kasun, kades, tokoh masyarakat setempat, serta angota keluarga lainnya untuk membujuk agar S mau menerima pemakaman secara protokol Covid-19. 

 

Topik
penolakan pemakaman covid 19ancam polisiancam bakar mobil polisiberita covid 19 bondowoso

Berita Lainnya

Berita

Terbaru