Polres Malang Cari Sebab Wilayah Sebaran Covid-19 Masih Tinggi, Berikut Pemicunya

Feb 10, 2021 17:25
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (Foto: Istimewa)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro pada Selasa (9/2/2021) kemarin telah dilaksanakan, sebagai penerapan dari PPKM tersebut Polres Malang akan mencari penyebab dari penyebaran Covid-19 yang tinggi di wilayah Kelurahan Dampit.

Dampit yang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang harus menjadi perhatian dikarenakan penyebaran Covid-19 di daerah tersebut terlampau tinggi.

“Di Kecamatan Dampit penyebarannya cukup tinggi, hampir sekitar 200 (yang terpapar Covid-19). Setengahnya hanya dari Kelurahan Dampit. Jadi, melalui PPKM berbasis mikro ini, akan kita cek apa yang menjadi penyebabnya,” ucap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

Selain di Kecamatan Dampit, ada juga beberapa Rukun Warga (RW) yang mengalami permasalahan yang sama, contohnya di RW 4 Desa Kalirejo dan RW 1 Sumber Porong di Kecamatan Lawang, Desa Banjar Arum di Kecamatan Singosari dan beberapa RW di Desa Mulayoagung, Kecamatan Dau.

“Ada beberapa RW yang nantinya (anggota) akan kami fokuskan di sana. Hal tersebut akan menjadi atensi kami,” ujar AKBP Hendri Umar.

Dari permasalahan yang masih tejadi di beberapa wilayah di Kabupaten Malang terkait masih tingginya penyebaran Covid-19, tentunya tidak terlepas dari ketidakpatutan masyarakat dalam menjalankan aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Berikut beberapa rangkuman terkait pemicu yang terjadi akibat penyebarluasan Covid-19 di suatu wilayah yang semakin tinggi.

1. Kurangnya Kedisiplinan Masyarakat

Kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan setiap aturan yang diberlakukan pemerintah memang sangat perlu dipatuhi dan dijalankan dengan baik. Dikarenakan masyarakat Indonesia saat ini masih sangat minim dalam melaksanakan setiap protokol kesehatan yang diatur pemerintah.

Hal demikian yang akan menjadi pemicu penyebarluasan Covid-19 di suatu wilayah semakin meningkat walaupun sudah diterapkan aturan seperti PSBB maupun PPKM berskala mikro.

2. Penggunaan Masker dan Menjaga Jarak

Masyarakat Indonesia saat ini, khususnya di daerah-daerah masih adanya ketelodoran dalam penggunaan masker yang baik dan benar sesuai dengan standar yang berlaku.

Selain itu kurangnya masyarakat dalam menjaga jarak. Padahal sebenarnya selain rajin mengenakan masker dan mencuci tangan, menjaga jarak juga menjadi satu kunci dalam mempersempit ruang gerak penyebaran virus Covid-19.

3. Kurangnya Meminimalisir Perjalanan Jauh

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk selalu tetap tinggal diam di dalam rumah, jika tidak memiliki aktivitas yang penting di luar rumah.

Oleh sebab itu, masyarakat di suatu wilayah diimbau agar tidak melakukan perjalanan jauh ke tempat-tempat keramaian ataupun ke luar kota. Dikarenakan ada banyak sekali risiko yang akan terjadi yang dapat memperluas penyebaran Covid-19.

4. Pembatasan Aktivitas Masyarakat Tidak Begitu Ketat

Pembatasan aktivitas masyarakat di suatu wilayah belum dilakukan secara ketat. Masyarakat masih saja bersenang-senang melakukan aktivitas secara bebas tanpa memperhatikan adanya protokol kesehatan.

Perlu adanya pengawasan secara ketat terhadap segala aktivitas yang dilakukan masyarakat dalam suatu wilayah. Misalnya di suatu wilayah RT/RW adanya aparat yang bertindak menjaga secara langsung, serta selalu memperhatikan Prokes.

Topik
protokol kesehatan kabupaten malangppkm kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru