Terjaring Razia Balap Liar, Puluhan Kendaraan Masih Bertahan di Polresta Malang Kota

Feb 10, 2021 10:56
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution saat ditemui awak media di lokasi kecelakaan Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Selasa (9/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution saat ditemui awak media di lokasi kecelakaan Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Selasa (9/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai kendaraan roda 4 maupun roda 2 yang merupakan barang bukti saat operasi balap liar di beberapa ruas jalan Kota Malang masih tampak terparkir di kawasan Mapolresta Malang Kota. Padahal, operasi telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Terkait banyaknya kendaraan bermotor roda 4 maupun kendaraan roda 2 tersebut, Kasat Lantas Polresta Malang Kota Ramadhan Nasution mengatakan bahwa para pemilik kendaraan bermotor tersebut belum mengambil kendaraannya yang terjaring saat operasi balap liar. Salah satu alasannya karena menunggu sidang. 

"Jadi mereka menunggu tanggal sidangnya, nanti setelah sidang membayarkan dendanya," ujarnya kepada pewarta, Rabu (10/2/2021). 

Namun tidak cukup dengan melakukan sidang dan membayarkan denda, para pemilik kendaraan roda 4 maupun roda 2 harus terlebih dahulu mengembalikan kendaraannya menjadi standar layak jalan. 

"Ketika akan kembali ke tempat kita akan dikembalikan seperti sedia kala ataupun standar layak jalan, jadi di standarkan terlebih dahulu," terang perwira yang akrab disapa Rama ini. 

Karena dikatakan Rama bahwa saat terjading razia operadi balap liar, kendaraan roda 4 maupun roda 2 tersebut tidak sesuai dengan standar kendaraan layak jalan. 

"Seperti mereka tidak ada plat nomor, tidak menggunakan knalpot standar, lampu tidak standar, itu harus diperbaiki terlebih dahulu jadi distandarkan terlebih dulu," ujar perwira dengan satu melati dipundaknya ini. 

Maka dari itu, jika para pemilik kendaraan ingin mengambil kendaraan roda 4 maupun roda 2 milik mereka harus membayar denda tilang, serta mengembalikan pada kondisi kendaraan tersebut standar layak jalan. 

Seperti penggunaan plat nomor yang sesuai standar, penggunaan knalpot standar agar tidak berisik dan mengganggu masyarakat, lalu lampu juga agar diperjelas sesuai dengan standarnya. 

Terkait jumlah kendaraan hasil razia operasi balap liar di beberapa titik rawan balap liar yang masih terparkir di Mapolresta Malang Kota jumlahnya mencapai puluhan. 

"Cukup banyak jumlahnya, baik roda 4 maupun roda 2 karena menunggu tanggal sidang. Jumlahnya untuk kendaraan roda 4 sebanyak 20, sedangkan roda 2 sejumlah 30-an," bebernya. 

Sementara itu, seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa terdapat beberapa ruas jalan yang merupakan titik-titik rawan untuk digunakan oleh para pengendara melangsungkan balap liar. 

Titik-titik rawan terjadinya balap liar tersebut disampaikan Rama seperti di ruas Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Letjend S. Parman, Jalan A. Yani, Jalan Besar Ijen dan Jalan Soekarno-Hatta. 

Terkait waktu balap liarnya sendiri, berdasarkan pemantauan dan catatan Satlantas Polresta Malang Kota, para pengendara memilih waktu di kisaran pukul 00.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Karena pada waktu itu, jalanan sepi dari pengguna jalan lainnya dan akhirnya membuat pengendara balap liar merasa bebas melakukan aksi kebut-kebutan. 

Topik
balap liar di kota malangPolresta Malang Kotaarea balap liar di kota malangrazia balap liar di kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru