Peringati Dies Natalis ke-39, Polinema Targetkan PTNBH

Feb 09, 2021 15:28
Direktur Polinema, Awan Setiawan saat memberikan potongan tumpeng kepada civitas akademika Polinema (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Direktur Polinema, Awan Setiawan saat memberikan potongan tumpeng kepada civitas akademika Polinema (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperingati Dies Natalis ke-39 dengan tema "Semangat Kampus Merdeka, Merdeka Belajar Menguatkan Politeknik Negeri Malang Ditingkat Regional Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia". 

Melalui tema tersebut, Polinema dituntut untuk melakukan penguatan di semua lini dalam upaya meningkatkan keunggulan dan daya saing regional.Di usia yang ke-39 ini, ditegaskan Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MM, jika pihaknya mentargetkan untuk Polinema menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Namun untuk mencapai target tersebut, diungkapkan Awan, tidak semudah membalikan telapak tangan. Berbagai proses dan mekanisme teknis maupun administrasi harus dilalui. Termasuk adanya dukungan dari program studi yang ada.

"Dan salah satu indikator dalam PTNBH itu kan indikatornya 60 persen prodi terakreditasi A. Kalau kita belum, kita masih 25 persen, masih jauh," jelasnya dalam Peringatan Dies Natalis ke-39.

Meskipun begitu, hal tersebut tak lantas membuat Polinema patah arang dan menyerah untuk mencapai target tersebut. Pihaknya tetap berupaya maksimal dalam memenuhi indikator itu. 

Di Polinema, terdapat 20 prodi yang terakreditasi oleh lembaga akreditasi internasional yang berasal dari Inggris. Namun sayangnya, 20 prodi terakreditasi internasional tersebut saat ini masih belum diakui dan masih dalam tahap pembahasan di kementerian.

"Misalnya 20 prodi itu diakui oleh kementerian, itu kita sudah bisa 60 persen. Tapi saat ini ASIC masih dalam pembahasan di Ban PT. ASIC ini member dari CHEA, inilah yang diakui kementerian, jadi sebenarnya kalau ini diakui, logikanya akan seperti anaknya. Tapi saat ini masih belum ada legalitas," jelasnya.

Selain itu, pada indikator akademik lainnya, Polinema juga maksimal dalam penganggaran untuk penelitian. 15 persen dari Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah disiapkan untuk penelitian maupun pengabdian.

Sementara itu, dalam sambutannya di upacara peringatan Dies Natalis,  Awan menyampaikan, kebijakan Kampus Merdeka Merdeka Belajar, memberikan opsi dan hak para mahasiswa, khususnya para mahasiswa terapan untuk belajar di luar kampus, menuntut respon yang cepat dan tepat Polinema dalam menjalankan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar.

Perangkat panduan Merdeka belajar telah dimiliki dan dapat mengakomodasi lima kanal merdeka belajar. Terdiri atas pertukaran pelajar atau transfer, KKN Tematik, Magang Industri, Proyek Independen dan Magang Kewirausahaan.

"Saat ini sedang menjalankan rekonstruksi kurikulum agar dapat sepenuhnya menjalankan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar," ungkapnya.

Lanjut dalam sambutannya, jika prestasi yang telah dicapai dan ditunjukkan Polinema pada 2020 hasilnya sangat baik. Ini dibuktikan dengan berbagai program kerja yang dicanangkan hampir secara keseluruhan mencapai target. Dan hal ini tentunya tak lepas dari kerjasama dan peran serta seluruh civitas Polinema.

Namun, kendati begitu, saat ini dunia pendidikan tengah menghadapi tantangan teknologi informasi dan komunikasi karena masa pandemi. Proses belajar mengajar menjadi berbeda dan berubah menjadi pembelajaran daring. Karenanya, jika tidak memberikan bekal tambahan kepada mahasiswa, maka akan sulit untuk meluluskan sumber daya manusia yang unggul.

"Melalui kampus merdeka merdeka belajar, kami memberikan kesempatan mahasiswa merasakan dunia kerja selama masih belajar di kampus. Sehingga diharapkan mampu menggali pengalaman yang nantinya membawa ilmu dan dapat dimanfaatkan di kampus," terangnya.

Di sisi lain, pihaknya menyampaikan, jika 78 mahasiswa jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga akan mengikuti program transfer kredit universitas di Malaysia. Dan dalam waktu dekat, beberapa prodi lainnya juga akan mengikuti jejak itu.

"Pencapaian jumlah publikasi ilmiah paten dan hak kekayaan intelektual (HKI) meningkat secara signifikan, sehingga memperoleh penghargaan sebagai perguruan tinggi vokasi yang mengajukan (HKI) terbanyak di masa pandemi," jelasnya.

Beberapa waktu yang lalu, turut disampaikan Awan, jika mahasiswa Polinema menjadi juara dalam Kewiraan Mahasiswa Vokasi atau PKMP dan Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM) melalui entrepreneurship training unit.

Dorongan untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia juga terus dilakukan Polinema. Hal itu dengan mendorong para dosen untuk melanjutkan studi lanjut S3. Dosen berstatus S3 di Polinema sebanyak 93 orang dari 530 PNS termasuk dosen tetap non PNS.

"Jadi masih sekitar 18 persen. Harus kita dorong dan tambah lagi untuk jumlah yang S3," bebernya.

Prestasi lainnya adalah diraihnya gelar guru besar dari jurusan Teknik Elektro, yakni Prof Dr Mohammad Sarosa. Jumlah guru besar tersebut nantinya juga akan bertambah lagi dalam waktu dekat dengan gelar guru besar yang diraih dosen dari Jurusan Teknik Mesin yakni Samsul Hadi.

"Saya mengimbau agar dosen yang bergelar Doktor untuk mengumpulkan angka kredit agar bisa mencapai gelar guru besar," terangnya.

Dan pada 2021 ini, pihaknya akan mengusulkan adanya penerapan Zona Integritas di Polinema menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan kemudian menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). 

Hal ini juga selaras dengan diraihnya penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), di mana Polinema menjadi terbaik dalam satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) dalam pengelolaan anggaran.

 

 

 

 

 

Topik
Politeknik Negeri Malang (Polinema)dies natalis polinemadirektur polinemaberita pendidikan kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru