Pemberian Vaksin untuk Lansia, Ini Mekanisme yang Disiapkan Pemkab Malang

Feb 08, 2021 17:09
Salah satu peserta saat menerima suntikan vaksin Covid-19 ketika pencanangan vaksinasi berlangsung, Sabtu (30/1/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)
Salah satu peserta saat menerima suntikan vaksin Covid-19 ketika pencanangan vaksinasi berlangsung, Sabtu (30/1/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sempat batal menerima suntikan vaksin Covid-19 lantaran faktor usia, saat ini Bupati Malang Sanusi kembali menegaskan, jika dirinya akan siap jika memang diproyeksikan akan menerima vaksin.

”Apabila memenuhi standar kesehatan ya semua lansia (lanjut usia) nanti akan kita vaksinasi. Nanti saya juga akan melaksanakan, kalau memang ada vaksin untuk lansia. Saya juga siap,” tegasnya saat ditemui awak media di Rumah Dinas Bupati Malang, yang beralamat di Jalan Gede, Kota Malang Senin (8/2/2021).

Seperti yang sudah diberitakan, Bupati Malang Sanusi sempat didaftarkan sebagai penerima vaksin dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 pada Sabtu (30/1/2021) lalu. Namun, tahapan vaksinasi terhadap orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini, dinyatakan batal lantaran yang bersangkutan telah berusia lebih dari 60 tahun.

”Kalau kemarin (saat pencanangan vaksinasi Covid-19) aturannya saya memang tidak boleh. Kalau saya laksanakan vaksinasi, berarti melanggar aturan. Tapi kalau sudah diperbolehkan pasti saya akan divaksin juga,” ucapnya.

Untuk diketahui, per hari ini pemerintah pusat telah melakukan vaksinasi kepada lansia yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes). Langkah vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat kelompok lansia ini, dilakukan setelah izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terbit. Yakni izin EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin Sinovac yang diperuntukkan bagi masyarakat kategori usia di atas 60 tahun.

”Ya dilihat dari ketentuannya nanti seperti apa, lansia yang nakes, lansia yang pejabat pelayanan publik itu nanti (yang akan diprioritaskan, red),” jelasnya.

Namun demikian, hingga dikonfirmasi hari ini, Sanusi mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah lansia yang diproyeksikan bakal menerima vaksin yang berasal dari Cina ini. Alasannya, lantaran Pemkab Malang belum menerima petunjuk secara langsung dari pemerintah pusat.

”Terkait jumlahnya yang hafal di Dikes (Dinas Kesehatan Kabupaten Malang). Sejauh ini informasinya jenis vaksin yang digunakan untuk lansia sama (sinovac, red),” ujarnya.

Ditemui secara bersamaan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, membenarkan jika sampai dengan saat ini Pemkab Malang memang belum menerima surat edaran terkait dengan pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia.

”Belum, vaksinasi terhadap lansia, kami (Pemkab Malang) belum ada (menerima, red) surat edaran-nya,” ungkapnya.

Belum adanya surat edaran terkait pelaksanaan vaksinasi terhadap kaum lansia itulah, membuat Pemkab Malang masih fokus terhadap agenda vaksinasi yang sudah ditentukan. Yakni setelah realisasi kepada nakes, akan dilanjutkan kepada mereka yang berhubungan dengan pelayanan publik.

”Edarannya sementara masih pelayanan publik, untuk lansia nanti mungkin gelombang berikutnya. Jadi sementara ini pelayanan publik saja yang akan diprioritaskan selanjutnya,” terangnya.

Jika nanti resmi dilaksanakan, lanjut Wahyu, maka petugas vaksinator kepada kalangan lansia masih sama seperti yang ditugaskan saat vaksinasi kepada prioritas pertama. Yakni nakes di Kabupaten Malang.

”Kalau vaksinatornya sudah ada nakes, jadi sudah selesai (tidak ada nakes khusus untuk lansia, red),” tukasnya.

 

Topik
vaksin untuk lansiavaksinasi golongan lansiavaksin lansia kabupaten malangBupati Malang SanusiSekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayatberita vaksin kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru