Akibat Banjir di Stasiun Semarang Tawang, PT KAI Daop 8 Surabaya Ubah Rute Perjalanan

Feb 08, 2021 16:28
Beberapa petugas gabungan saat berada di Stasiun Malang Kota Baru, Selasa (2/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Beberapa petugas gabungan saat berada di Stasiun Malang Kota Baru, Selasa (2/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

JATIMTIMES - Akibat banjir yang menggenangi Stasiun Semarang Tawang sejak hari Sabtu (6/2/2021) lalu, PT KAI (Kereta Api Indonesia) Daop (Daerah Operasi) 8 Surabaya melakukan perubahan rute perjalanan kereta api untuk menghindari genangan yang terjadi di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang. 

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengungkapkan bahwa demi menghindari genangan air banjir di wilayah Daop 4 Semarang, pihaknya melakukan perubahan rute untuk keamanan dan keselamatan pengguna kereta api. 

"Akibat banjir tersebut, kereta-kereta yang melewati jalur utara seperti Kereta Api Argo Anggrek, Kereta Api Jayabaya, Kereta Api Dharmawangsa itu kita alihkan perjalanannya melalui jalur selatan. Jadi nanti itu berbelok ke arah Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon lanjut ke Jakarta," ungkapnya saat dihubungi MalangTIMES, Senin (8/2/2021). 

Luqman melanjutkan bahwa dari perubahan dan pengalihan jalur tersebut mengakibatkan waktu tempuh bertambah yang menyebabkan waktu kedatangan terlambat melebihi waktu sesuai jadwal yang ada. 

"Kalau keberangkatan sih semua di Daop 8 berangkat tepat waktu. Tapi untuk kedatangan kereta dari Jakarta seperti Argo Anggrek, Jayabaya, Dharmawangsa mengalami keterlambatan kedatangan di Surabaya. Rata-rata sekitar 1 sampai 2 jam keterlambatannya," jelasnya. 

Meskipun untuk genangan banjir di wilayah Daop 4 Semarang tidak terlalu tinggi bagi penumpang, namun dikatakan Luqman banjir yang menggenangi Stasiun Semarang Tawang cukup tinggi bagi kereta api untuk beroperasi. 

"Karena jalur yang di Semarang kan terendam banjir sampai jam 13 tadi kurang lebih sekitar 20 sentimeter. Walaupun tidak berbahaya, tetapi tidak bisa dilewati perjalanan kereta api," terangnya. 

Lebih lanjut, Luqman menuturkan bahwa hingga sampai saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Daop 4 Semarang serta petugas yang memantau banjir di Stasiun Semarang Tawang. 

"Pantauan kami jam 1 (siang, red) tadi genangan air juga masih cukup tinggi, khususnya dari jalur Semarang Tawang itu sekitar 20 sentimeter tergenang air di sana. Jadi, selama masih belum aman untuk dilalui perjalanan kereta api, pola pengoperasian kereta jarak jauh kami alihkan melalui selatan," terangnya. 

Luqman mewakili pihak PT KAI juga menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh pihak pengguna layanan fasilitas perjalanan kereta api atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh banjir yang menggenangi Stasiun Semarang Tawang. 

"PT KAI mohon maaf kepada para pelanggan kereta atas ketidaknyamanan akibat banjir yang ada di daerah Semarang tersebut," katanya. 

Sementara itu, ketika disinggung mengenai wilayah Daop 8 Surabaya apakah terdapat titik-titik rawan yang berpotensi mengalami bencana alam dalam hal ini banjir, Luqman menjawab bahwa untuk antisipasi potensi bencana telah disiapkan. 

"Sebagai bentuk antisipasinya kami menyiagakan petugas penjaga daerah di lokasi-lokasi tersebut. Seperti di daerah Porong, antara Polsek Porong hingga Tanggulangain itu kan potensi terjadinya banjir juga tinggi. Kami menyiagakan petugas daerah rawan yang bersiaga 24 jam di lokasi tersebut," bebernya. 

Lanjutnya, bahwa petugas-petugas tersebut akan melaporkan secara bertahap terkait perkembangan kondisi jalur kereta api Daop 8 Surabaya kepada Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Kereta Api. "Setelah melaporkan hasil pengawasannya kepada Pusdalops tadi tentang kondisi di wilayah mereka," pungkasnya.

Topik
dampak banjirPT KAIrute kereta api

Berita Lainnya

Berita

Terbaru