Janda Dibunuh dan Dirampok 3 Sales Regulator Elpiji

Feb 08, 2021 10:42
Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menunjukkan barang bukti saat konferensi pers. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menunjukkan barang bukti saat konferensi pers. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Seorang janda di Jombang dibunuh oleh 3 pemuda. Barang berharganya juga dirampas. Para pelaku membuang mayat korban ke kebun tebu lalu melarikan diri.

Korban adalah Lilik Marita (61). Janda asal Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, itu tewas di tangan tiga sales regulator elpiji. Yaitu Fadlan Ramadhan Hutabarat (25), warga Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang; Firman Gultom (26), warga Desa Panolan, Kecamatan Kedung Tuban, Kabupaten Blora; dan Kusnul Khotimah (26), warga Desa Suntri, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengungkapkan, pembunuhan terjadi pada 20 Januari 2021. Awalnya korban menghubungi tersangka Fadlan untuk bertemu. Korban dengan Fadlan baru seminggu kenal melalui aplikasi pesan singkat Michat.

Fadlan yang saat itu bersama dua temannya keliling jualan regulator elpiji menjemput korban di wilayah Kecamatan Mojowarno dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia bernopol S 1232 AY.  Korban kemudian mengajak ketiga pemuda itu ke daerah Wonosalam untuk menikmati durian. "Pembunuhannya terjadi di dalam mobil saat pulang dari Wonosalam," terangnya saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Senin (08/02).

Otak pembunuhan ini adalah tersangka Fadlan. Ia mengajak kedua temannya membunuh Lilik untuk merampas harta bendanya. Lilik tewas dicekik oleh Fadlan yang saat itu duduk bersebelahan dengan korban di bangku tengah mobil.

Lilik tewas di mobil. Mengetahui korbannya tewas, para pelaku mencari tempat sepi untuk membuang korban. Tersangka Fadlan dibantu oleh Firman membuang mayat korban di kebun tebu Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Sedangkan tersangka Kusnul bertugas merampas barang korban.

"Fadlan ini duduk di samping korban. Dia ini yang mengeksekusi korban dengan cara mencekik. Kusnul ini mengetahui, duduk di samping Firman yang saat itu mengemukakan mobil. Tapi saat membuang mayat korban, mereka bertiga bersama-sama," ujar kapolres.

Dari peristiwa itu, para pelaku berhasil menggondol kalung imitasi, handphone dan uang tunai Rp 3 juta. Uang yang berhasil dirampas telah habis digunakan oleh ketiga pelaku. "Pelaku kami jerat dengan Pasal 339 KHUP subsider 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup," kata Agung.

Kasus pembunuhan ini pertama kali terungkap saat warga Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, menemukan mayat wanita tanpa identitas yang telah membusuk di kebun tebu desa setempat, Sabtu (30/01/21). Kejadian tersebut kemudian diselidiki oleh petugas kepolisian.

Hingga akhirnya, polisi menemukan indikasi bahwa korban adalah korban pembunuhan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengendus para pelaku.

"Pelaku kami amankan di daerah Tuban. Saat kami amankan, para pelaku mengakui bahwa telah membunuh korban di Kecamatan Mojowarno," beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih kepada wartawan.

Petugas terpaksa melumpuhkan tersangka Fadlan dan Firman karena berupaya melawan petugas saat ditangkap. "Saat kami amankan, pelaku melawan sehingga kami akukan tindakan tegas terukur," pungkasnya.

 

Topik
Polres JombangKapolres JombangPembunuhan di Jombang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru