Masa Pandemi Covid-19, Angka Stunting Turun 9 Persen di Kota Batu

Feb 06, 2021 18:32
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

BATUTIMES-Di masa pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu, tercacatat kasus stunting di Kota Batu justru menurun 9 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Batu, Hayati, Sabtu (6/2/2021).

"Tercatat pada Febuari 2020, dari total jumlah bayi sebanyak 9.584, kasus stunting di Kota Batu mencapai 23,8 persen. Sedangkan pada bulan Agustus 2020 terjadi penurunan menjadi 14,8 persen. Jadi penurunan nya sekitar 9 persen. Kalau untuk tahun 2021 masih dalam proses. Karena kita mencatat dalam setahun, kami lakukan dua kali," ujarnya.

Lanjutnya, kasus stunting di Kota Batu sangat rentan terjadi pada balita usia 6 bulan ke atas hingga 5 tahun. Dengan penurunan di masa pandemi ini, pihaknya memberikan makanan tambahan berupa susu selama 90 hari kepada 70 balita yang masuk katagori bawah garis merah (BGM).

"Itu usaha kami untuk memperkecil angka stunting di Kota Batu. Dan juga melaksanakan kegiatan posyandu dan imunisasi," ujarnya.

Stunting sendiri sangat berpengaruh pada tingkat pertumbuhan balita hingga pada tingkat kecerdasan. "Mengakibatkan kekurangan gizi kronis dan juga tingkat kecerdasannya menurun," ujarnya.

Dengan menanggulangi kasus stunting selama pandemi Covid-19, Dinkes Kota Batu menganggarkan Rp 705 juta untuk pemenuhan suplemen gizi balita berupa biskuit kepada balita yang masuk dalam kategori BGM.

Topik
stunting kota batuangka stunting kota batustunting saat pandemiKesehatan Anak

Berita Lainnya

Berita

Terbaru