Saudi Arab Kembali Tutup Akses, Ratusan Jemaah Umrah di Kota Malang Gagal Berangkat

Feb 04, 2021 17:03
Potret ibadah haji dan umrah saat pandemi Covid-19. (Foto: AP Photo).
Potret ibadah haji dan umrah saat pandemi Covid-19. (Foto: AP Photo).

MALANGTIMES - Pemerintah Arab Saudi kembali memberlakukan penutupan akses terhadap warga negara lain yang masuk ke wilayahnya. Sebanyak 20 negara termasuk Indonesia yang dilarang memasuki kawasan negara jazirah Arab. Larangan ini diberlakukan untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19.

Akibat pemberlakuan pembatasan tersebut, layanan Umrah untuk sementara ikut dihentikan. Jemaah Umrah asal Indonesia kembali harus bersabar lantaran gagal berangkat hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini pula yang terjadi di Kota Malang. Salah satu Biro perjalanan Haji dan Umroh Agung Wisata misalnya, harus melakukan pengaturan ulang jadwal pemberangkatan jemaah yang sudah mendaftar.

Direktur Biro Perjalanan Haji dan Umroh Agung Wisata, Hamzah Yusuf mengatakan informasi terkait kembali ditutupnya akses ke Arab Saudi itu baru diketahui kemarin (Rabu, 3/2/2021). Kondisi ini dinilai cukup menyulitkan, lantaran biro perjalanan miliknya sudah menjadwalkan keberangkatan jemaah umrah pada 1 Maret 2021 mendatang.

Karena pembatasan tersebut, pihaknya tidak berani memastikan apakah jemaah yang sudah mendaftar bisa tetap diberangkatkan sesuai jadwal atau tidak.

"Kami baru tahu informasinya kemarin ya. Jadi ini kami juga masih ragu-ragu apakah jadwal keberangkatan jamaah akan tetap atau tidak. Karena kami juga tidak bisa memastikan apakah kebijakan tersebut hanya selama 14 hari atau lebih. Biasanya kebijakan yang dikeluarkan kerap berubah secara mendadak," ungkapnya, Kamis (4/2/2021).

Hamzah menambahkan, jika saat ini biro perjalanannya mau tidak mau harus melakukan penjadwalan ulang keberangkatan jemaah umrah yang telah terdaftar. Terutama, bagi jadwal keberangkatan akhir bulan Februari hingga awal Maret 2021 ini.

Meski, kata dia, selama masa pandemi Covid-19 ini pihaknya juga belum membuka perjalanan pemberangkatan jamaah haji dan umrah dalam jumlah besar.

"Kondisi begini memang tidak bisa berangkat sendiri seperti kondisi normal. Tetapi kami menggunakan sistem keberangkatan konsorsium, yaitu dalam jumlah terbatas kisaran 20 hingga 40 jamaah sekali berangkat," imbuhnya.

Lebih jauh, Hamzah menjelaskan, sejak dikeluarkannya kebijakan tersebut, sekitar 300 jamaah yang menunggu jadwal keberangkatan harus rela menundanya sementara waktu.

Jumlah ini sejatinya, kata Hamzah merupakan jemaah yang belum berangkat sejak nyaris satu tahun terakhir ini. Sebab, biro perjalanannya ini terakhir kali memberangkatkan jemaah umrah pada 27 Februari 2020 lalu.

Namun, menurut Hamzah jemaah yang menggunakan jasa biro perjalanan miliknya tak banyak yang komplain karena harus tertunda keberangkatannya. "Kalau yang mengajukan Refund ada. Tetapi tidak banyak, mungkin hanya ada satu atau dua saja. Rata-rata mereka (jemaah) memilih legowo dan menunggu untuk bisa berangkat," jelasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan peminat jemaah untuk berangkat umrah sendiri, dikatakan Hamzah memang mengalami penurunan selama pandemi Covid-19 ini.

Walaupun, pendaftaran tetap dibuka, meski tak bisa menjanjikan kapan keberangkatan jemaah karena harus menyesuaikan regulasi dari otoritas Arab Saudi. "Yang daftar tetap ada, tapi sejak awal kami beritahu bahwa kami tidak menjanjikan kapan waktu berangkatnya. Tetapi jemaah biasanya memang memilih untuk daftar terlebih dahulu," tandasnya.

Sebagai informasi, pembatasan penutupan akses kepada 20 negara lain di Saudi Arab mulai diberlakukan sejak kemarin (Rabu, 3/2/2021) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Topik
Berita Malanggagal hajigagal umrahbiro jasa haji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru