Tanggapi Surat AHY Terkait Kudeta, Istana: Itu Internal Partai Demokrat

Feb 04, 2021 16:59
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Kompas.com)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Kompas.com)

INDONESIATIMES- Istana akhirnya menanggapi surat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait masalah isu kudeta Partai Demokrat (PD). Sebelumnya, istana membenarkan jika pihaknya telah menerima surat tersebut.  

Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, pihak istana enggan berkomentar apapun. Lantaran mereka menilai jika masalah ini adalah masalah internal dari Partai Demokrat.  

"Kami sudah menerima surat itu, dan kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut karena itu perihal dinamika internal partai, itu adalah perihal rumah tanggal internal Partai Demokrat, yang semuanya sudah diatur di dalam AD/ART," ujarnya melalui keterangan pers di channel YouTube Sekretariat Presiden Kamis (4/2/2021).  

Surat itu awalnya diantarkan ke istana oleh Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. "Kami sudah menerima surat dari Pak AHY yang ditujukan kepada Bapak Presiden, diantar langsung oleh Pak Sekjen Partai Demokrat," kata Pratikno.

Di surat tersebut AHY meminta klarifikasi dari Presiden Joko Widodo soal isu kudeta terhadap AHY sebagai ketua umum PD. Dalam hal ini diketahui nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko diduga sebagai aktor di balik kudeta tersebut.  

Namun, Moelodoko membantah dan mengaku tidak tahu perihal surat AHY yang dikirim ke Istana. "Ya tadi itu artikan sendiri tadilah. Orang ngopi-ngopi kok lapor Presiden, yang nggak-nggak aja. Itu sajalah kira-kira. Clear kan, ya," ujar Moeldoko saat konferensi pers Rabu (3/2/2021).  

Seperti diketahui, sebelumnya putra dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mendapat info jika perencanaan kudeta ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak pejabat penting di lingkaran Jokowi. Oleh sebab itu, ia ingin mencari konfirmasi soal hal tersebut.  

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tepat mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam permasalahan ini," ujar AHY. Ia lantas membeberkan alasan mengapa mengirim surat ke Presiden Jokowi.  

"Saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," sambungnya.  

Topik
kudeta demokratisu kudeta partai demokratkudeta partai demokrat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru