Wujudkan Lingkungan Kampus Sehat, Rektor UIN Malang Prof Haris Sebut Kesehatan Adalah Mahkota

Feb 04, 2021 16:42
Web seminar Hidup Sehat Segar dan Bugar di Masa Pandemi yang diselenggarakan UIN MALIKI Malang(Ist)
Web seminar Hidup Sehat Segar dan Bugar di Masa Pandemi yang diselenggarakan UIN MALIKI Malang(Ist)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang terus berkomitmen mewujudkan lingkungan kampus sehat di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini.

Salah satunya diwujudkan UIN MALIKI Malang dengan menggelar seminar bertajuk "Hidup Sehat Segar dan Bugar di Masa Pandemi" yang diikuti oleh seluruh warga UIN MALIKI Malang secara daring. Kegaitan ini menghadirkan tiga pemateri berkompeten.

Rektor UIN MALIKI Malang, Prof Abdul Haris mengatakan, kesehatan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan. Menurutnya, kesehatan merupakan sebuah mahkota bagi mereka yang sehat. "Nikmat sehat itu baru diketahui nikmatnya oleh orang yang sakit. Makanya begitu pentingnya kesehatan itu," jelasnya.

Inisiatif untuk menggelar seminar Hidup Sehat Segar dan Bugar di Masa Pandemi ini, merupakan salah satu upaya memberikan sumbangsih kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat UIN MALIKI Malang.

"Ini bukti nyata UIN MALIKI Malang memberikan pencerahan dan bimbingan yang bermanfaat bagi masyarakat utamanya warga UIN. Yang kena Covid sabar dan optimis, dan yang sudah mengalami, perlu diceritakan bagaimana mengatasi sehingga bisa sembuh," tuturnya.

Haris menambahkan kesehatan adalah hal yang sangat berharga dan harus diutamakan. Pasalnya dalam melakukan aktivitas kegiatan apapun, akan bisa berjalan dengan lancar dengan kondisi jasmani yang sehat.

"Kesehatan harus diutamakan. Karena orang bisa bekerja beribadah dengan sempurna kalau orang itu sehat. Seperti haji, salah satu syarat tentunya harus sehat, kalau tidak sehat, tentunya tidak wajib melakukan itu, meskipun orang itu telah terdaftar. Agama ini sangat mengupayakan agar pengikutnya terjamin kesehatannya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) UIN MALIKI Malang, Prof Dr dr Bambang Pardjianto SpB SpBP-RE(K) mengatakan, agar semua masyarakat tetap menjaga kesehatan di masa pandemi.

Kesehatan dan kebugaran ini adalah senjata yang penting sebelum vaksin yang efektif ditemukan. Seperti diketahui, jika vaksin belum begitu optimal dan saat ini masih banyak beragam jenisnya. "Vaksin belum mempunyai efek yang optimal, artinya belum ada vaksin of choice (pilihan). Masih banyak pilihan, tidak seperti vaksin campak atau pun polio," jelasnya.

Karena itu, upaya preventif untuk mencegah penularan Covid-19 perlu dilakukan seperti mengedepankan protokol kesehatan, 3 M. 3 M tersebut yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jarak. "Namun sekarang lebih maksimal lagi menjadi 5 M, ditambah lagi dengan mengurangi berpergian dan juga menghindari kerumunan. Jika itu diterapkan, akan maksimal hasilnya," bebernya.

Ketua Gugus Tugas UIN MALIKI Malang, Dr Israqunnajah menambahkan, dalam perspektif UIN MALIKI Malang, protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan. Sebab hal itu merupakan layaknya sebuah ikhtiar. Selain itu, Allah juga memberikan ruang untuk berdoa dengan penuh keyakinan antara hati dan ucapan yang tersinkronisasi untuk sembuh dari segala penyakit.

"Jika orang nggak ingin lapar ya makan.  Jadi kita tidak bisa berharap dalam tanda petik, takdir. Berkali-kali saya terusik dengan kata takdir, atau sesuatu yang telah terjadi. Yang kita ikhtiari itu Qadha (ketentuan Allah yang belum terjadi). Allah itu memberikan space kepada kita, ibaratnya mengajukan proposal, Allah memberikan ruang yang cukup untuk kita berdoa kepadanya. Doa meminta (kesembuhan) dengan sungguh-sungguh," paparnya.

Sementara itu, dalam seminar Hidup Sehat Segar dan Bugar di Masa Pandemi ini, materi kesehatan dan kebugaran dijelaskan detail oleh tiga narasumber berkompeten. Tiga narasumber tersebut yakni, Dr dr Achdiat Agoes SPS, Sekretaris P2KM UIN Maliki Malang, dr Iwal Reza Ahdi SpPD, Sekretaris Prodi Prefesi Dokter FKIK UIN Maliki Malang, dr. Christyaji Indradmojo, Sp.EM, Tim Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 UIN Maliki Malang.

Topik
Berita MalangUIN Maliki MalangRektor UIN Malangprofesor abdul haris

Berita Lainnya

Berita

Terbaru