Okupansi Tinggi, RS Lapangan Maksimalkan Kapasitas Bed

Feb 04, 2021 10:18
Ruang IGD di RS Lapangan Idjen Boulevard Polkesma. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Ruang IGD di RS Lapangan Idjen Boulevard Polkesma. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Fasilitas penunjang bagi pasien covid-19 di RS Lapangan Idjen Boulevard terus ditambah. Antara lain kapasitas bed yang kini telah dimaksimalkan bisa menampung 307 pasien.

Langkah ini dilakukan lantaran pekan lalu jumlah okupansi di RS Lapangan terus mengalami peningkatan. Bed occupancy rate (BOR) bahkan melebihi batas maksimum yang ditetapkan, hingga 90 persen.

"Saat ini bed kami tambah, bisa ditempati 307 pasien. Minggu lalu BOR kita mencapai 80-90 persen. Jadi, kami harus antisipasi kenaikan jumlah pasien. Dan berdasar teori optimalisasi, kapasitas rumah sakit harus disiapkan," ujar Kepala RS Lapangan Idjen Boulevard dr Heri Sutanto.

Berdasarkan data hari ini (Kamis, 4/2/2021), dari 307 bed yang tersedia, sebanyak 126 bed telah terisi oleh pasien dengan tanpa gejala, gejala ringan, hingga gejala sedang.

Heri mengungkapkan, kapasitas bed yang disediakan ini sudah paling maksimal. Jika BOR tetap mengalami peningkatan bahkan di atas 90 persen, maka penambahan bed tidak bisa ditambah lagi.

"Ini sudah kami maksimalkan 307 pasiem bisa masuk. Tapi, kalau ternyata BOR-nya masih di atas 90 persen, otomatis kami tidak bisa nambah lagi jumlah bed," imbuhnya.

Pihaknya dalam hal ini tidak mau terlalu tergesa-gesa tanpa melihat kondisi di lapangan terkait fasilitasi pelayanan pasien covid-19. "Kami tidak akan grusa-grusu. Semoga kasus covid-19 cepat melandai," katanya.

Di samping penambahan kapasitas bed, saat ini RS Lapangan Idjen Boulevard juga dimaksimalkan dalam pelayanan kesehatan. Misalnya dengan penyediaan ruang high care unit (HCU) dengan kapasitas sebanyak 12 bed dengan enam bed cadangan. Sehingga total kapasitas sebanyak 18 bed.

Hal ini menyusul pula ditetapkannya RS Lapangan sebagai salah satu rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Malang. "RS Lapangan ini kan rumah sakit darurat. Jadi, sarana prasarana dibuat dengan tempo yang cepat untuk akomodasi kebutuhan pasien covid-19. Pasien tidak selalu sedang dan berat, tapi juga pasien dengan gejala ringan. Kami ini sebagai penyeimbang untuk mobilitas rumah sakit statis," katanya.

Kegunaan dari HCU sendiri, dijelaskan Heri, untuk memberikan perawatan bagi pasien covid-19 yang saat dirawat di RS Lapangan kondisinya memburuk. Sehingga, apabila belum bisa dialihkan ke rumah sakit rujukan lainnya, maka akan dilakukan penanganan awal.

"Ruang HCU ini adalah untuk perawatan di mana pasien kondisinya cenderung memburuk. Kami akan lakukan observasi di HCU. Jadi, yang belum bisa di rujuk ke RS rujukan kami tempatkan di HCU terlebih dahulu," tandasnya.

Sebagai informasi, RS Lapangan Idjen Boulevard diresmikan pada 16 Desember 2020 lalu oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Seiring dengan pelayanannya, RS Lapangan kini difungsikan sebagai salah satu RS rujukan covid-19 di Kota Malang dengan 10 rumah sakit lainnya. Adapun rumah sakit rujukan lainnya adalah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, RS Lavalette, RSI Aisyiyah, RS Panti Waluyo RKZ Sawahan, RST Soepraoen, RS Hermina, RS Unisma, RSUD Kota Malang, Persada Hospital, dan RS Panti Nirmala.

Topik
RS Lapangan covid 19rs lapangan covid 19 malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru