6 Peristiwa Dentuman Misterius di Indonesia Awal 2021, Terbaru di Malang

Feb 03, 2021 17:26
Ilustrasi (Foto: MeteoWeb)
Ilustrasi (Foto: MeteoWeb)

INDONESIATIMES - Suara dentuman misterius terdengar di beberapa daerah di Indonesia pada awal tahun 2021 ini. Antara lain di wilayah, Bali, Majene, Surabaya, dan yang terbaru di Malang.  

Peristiwa itu tentunya sempat membuat warga sekitar panik. Mereka ramai-ramai keluar rumah karena penasaran dari mana asal suara dentuman itu.  

Bahkan, pagi ini Rabu (3/1/2021) hastag #Dentuman menjadi trending topic nomor 1 di Twitter. Berikut rangkuman 6 wilayah di Indonesia yang mendengar suara dentuman misterius.  

1. Bali

Dentuman di Bali terdengar pada Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 10.27 WITA. Suara itu pun langsung membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.  

Salah satu warga bernama Aik mengatakan bahwa suara dentuman itu hanya terdengar 1 kali. Kendati demikian, warga di Desa Kututambhan itu mengaku jika suara dentuman itu sangat keras.  

Aik juga mengatakan awalnya para warga menduga suara itu berasal dari ledakan di Bendungan Tamblang. Namun setelah diperhatikan, tak ada asap yang menjadi tanda ledakan.  

Terkait hal ini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah membuat rilis pada Senin (25/1/2021) dan mengatakan bahwa suara dentuman itu berasal dari meteor jatuh.  

“Berdasarkan informasi tersebut, memang ada kemungkinan bahwa kejadian tersebut merupakan kejadian benda jatuh antariksa,” sebut rilis itu dilansir melalui laman Lapan.go.id.  

Bahkan sensor gempa di Stasiun BMKG Singaraja mendeteksi adanya anomali getaran selama sekitar 20 detik mulai pukul 10.27 WITA. Getaran itu memiliki intensitas sekitar 1,1 magnitudo.  

Meteor berukuran besar atau dikenal sebagai bolide atau fireball bisa jadi masuk ke atmosfer, terbakar, dan jatuh di dekat Buleleng, Bali. Dalam prosesnya, meteor itu bisa memicu gelombang kejut hingga suara dentuman yang bahkan terdeteksi oleh sensor gempa.

2. Majene

Dentuman di Majene, Sulawesi Barat, terdengar pada Selasa (26/1/2021). Dentuman itu terdengar tepatnya di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.  

Dentuman diduga berasal dari dasar laut. Disampaikan oleh Kepala Desa Maliaya Masri, suara dentuman tersebut terdengar oleh warga sebanyak dua kali, yakni pada pukul 09.00 WITA dan pukul 18.00 WITA.  

Tak ayal peristiwa ini membuat warga desa panik dan memilih mengungsi ke dataran tinggi demi keselamatan mereka.   "Betul itu ada suara dentuman kayak suara ban pecah dan suara gemuruh dari dalam tanah. Jadi, warga panik dan lari ke atas gunung mengungsi," kata Masri.

Para warga lantas kembali ke rumah mereka pada siang hari setelah kondisi aman. Suara dentuman itu lantas dibenarkan oleh Kepala Seksi Trantib Kecamatan Malunda Yusriah.   "Benar, karena saya konfirmasi langsung sama kepala desa. Namun kita tidak tahu itu dentuman apa. Saya selaku pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak panik," kata Yusriah.

Sementara Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Majene Agus melalui rilisnya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang beredar.  Dari hasil monitoring Pusat Gempa Regional (PGR) IV Makassar menunjukkan tidak ada data rekaman seismik yang mencatat adanya gempa di wilayah tersebut.  

3. Lampung

Wilayah selanjutnya yang juga mendengar suara dentuman adalah Tanggamus, Lampung Utara, dan Pringsewu. Suara dentuman itu terdengar pada Kamis (28/1/2021) pukul 22.00 WIB.

Terkait peristiwa ini, BMKG Provinsi Lampung memberikan keterangan melalui akun Instagram @infobmkglampung. Dalam keterangannya, BMKG Lampung mengatakan suara dentuman itu bukan disebabkan oleh aktivitas gempa bumi.

"Terkait suara dentuman dan getaran di wilayah Tanggamus, Lampung Utara, Pringsewu bahwa jam 10-an tadi, alat kami tidak mencatat adanya gempa bumi di wilayah Lampung maupun awan-awan hujan di sekitar lokasi tersebut," begitu bunyi keterangan BMKG.  

Dari saksi yang mendengar dentuman itu mengatakan  suara mirip seperti petir.  

4. Surabaya

Selanjutnya ada Surabaya, Jawa Timur, yang juga mendengar suara dentuman sebanyak 3 kali pada Sabtu (30/1/2021). Suara dentuman itu terdengar di wilayah utara hingga pusat kota.  

Seorang warga bernama Aldy mengatakan peristiwa itu terdengar saat dirinya tengah tidur di tempat kerjanya di kawasan Genteng. "Keras, sampai saya terbangun. Saya pikir suara dari ban mobil yang mbledos (meletus)," ujarnya.  

Informasi suara dentuman juga disampaikan oleh akun Twitter @Hartandh. “Gess.. Ada yang denger dentuman 3x gak pagi ini... di kawasan Surabaya dan sekitarnya?”  tulisnya.  

Suara dentuman juga terdengar hingga wilayah Wonokromo. Terkait suara dentuman itu, Kabag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Kompol Eko Nur Wahyudion menyampaikan informasi.

Eko mengatakan suara itu berasal dari acara penerimaan taruna-taruni AL. "Itu suara dentuman tradisi tahunan penyambutan penerimaan taruna-taruni AAL," jelas Eko.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan mengapa suara itu terdengar begitu keras hingga sempat membuat warga panik. "Karena sekarang lagi pandemi covid-19, jalanan sepi, semuanya sepi. Makanya sampai terdengar hingga radius cukup jauh. Kalau sebelum pandemi, banyak yang lalu lalang, suara dentuman tidak begitu keras terdengar," tambahnya.

5. Sukabumi

Warga Sukabumi juga dikejutkan dengan suara dentuman pada Sabtu (30/1/2021) sekitar pukul 19.00 WIB. Warga merasakan dua kali getaran sebelum akhirnya muncur suara gemuruh dan dentuman.  

Disampaikan Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono, pihaknya menangkap tanda terkait fenomena tersebut. Bahkan beberapa sensor seismik BMKG menunjukkan adanya anomali seismik saat bunyi dentuman.  "Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman," ujar Daryono.

6. Malang

Terbaru, suara dentuman terjadi di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (3/2/2021) dini hari. Tak hanya sekali, suara dentuman itu bahkan terdengar berkali-kali.  

Dentuman terdengar sekitar pukul 00.00 WIB dan berlanjut sampai pukul 02.00 WIB. Walhasil hal itu membuat warga Malang panik.  

Suara dentuman itu menyerupai kilat petir. Bahkan, peristiwa sampai menjadi viral di media sosial.  

Beberapa warganet menduga juga dentuman itu berasal dari Gunung Arjuna dan Welirang. Namun ada juga yang menyebutnya dari Gunung Semeru dan Gunung Raung di Banyuwangi. Sayangnya hingga kini asal suara dentuman itu masih simpang siur.  

Terkait hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengabarkan terkait suata dentuman itu melalui Twitter. BPBD mengaku  pihaknya masih mencari tahu asal suara dentuman itu.  

"Masih belum bisa memperkirakan itu suara dentuman berasal dari mana, ini masih gali info kepada rekan-rekan daerah lain, mohon waktu ya teman-teman sekalian kita berdo'a bersama-sama semoga selalu diberikan keselamatan." begitu bunyi cuitan BPBD.  

Sementara BMKG Karangkates Malang menegaskan jika tidak ada gempa bumi saat terjadi dentuman.   "Memang dentuman itu cukup didengar di wilayah Malang Raya. Namun dari sensor kami tidak ada satupun anomali atau gempa bumi yang tercatat semalaman. Artinya tidak ada gempa bumi disaat dentuman-dentuman itu," ujar Kepala Statisun Geofisika BMKG Karangkates Malang Mamuri.

Topik
Suara Dentuman MisteriusMALANG RAYA
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru