Tanggapi Isu Kudeta, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang: Kami Tetap Solid ke AHY

Feb 02, 2021 21:15
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang Ir H Ghufron Marzuqi saat memberikan sambutan di acara Pendidikan Politik Kader pada 21 Desember 2020. (Foto: Istimewa)
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang Ir H Ghufron Marzuqi saat memberikan sambutan di acara Pendidikan Politik Kader pada 21 Desember 2020. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Adanya kabar simpang siur terkait dugaan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang diisukan terlibat encana kudeta Partai Demokrat, untuk melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuat sebagian politisi kondang di kancah nasional dan daerah turut berkomentar. Salah satunya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Malang Ir H Ghufron Marzuqi.

Kepada media online berjejaring nasional ini, politisi yang akrab disapa Gus Ghufron tersebut memastikan sampai dengan detik ini, DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang akan tetap sami'na wa atho'na terhadap kepemimpinan AHY.

”DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang akan tetap bersama AHY, apa pun yang terjadi. Meskipun ada rintangan maupun halangan dan gangguan yang menghadang, kami (DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang) akan tetap mengakui dan bersama kepemimpinan AHY,” tegasnya saat dihubungi media online ini, Selasa (2/2/2021) petang.

Alih-alih mengamini kabar kudeta terhadap AHY, Gus Ghufron dan jajarannya di DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang justru semakin solid untuk merapatkan barisan demi mendukung program yang diusung AHY.

”Oleh karena itu, DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang akan tetap solid dan menjalankan program sebagaimana mestinya, sesuai dengan instruksi AHY,” ucap Gus Ghufron saat menanggapi isu soal gonjang ganjing kudeta di kubu partai yang berkomitmen untuk berkoalisi dengan rakyat ini.

Terakhir, Gus Ghufron berpesan kepada seluruh pengurus maupun anggota DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang untuk terus semangat dalam menjalankan perannya sesuai dengan tupoksi masing-masing.

”Kami (DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang) akan terus merapatkan barisan, sesuai dengan kepengurusan yang ada. Saya berpesan kepada pengurus maupun para anggota, agar terus komitmen dan solid terhadap program bersama, dan jangan lupa tetap semangat,” ujarnya.

Pernyataan yang disampaikan Gus Ghufron tersebut sekaligus menjawab kabar adanya gonjang ganjing dikubu partai yang identik berwarna biru ini. Pasalnya, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Moeldoko diisukan terlibat dalam rencana kudeta Partai Demokrat demi melengserkan putra dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Meski secara langsung pria yang saat ini menjabat sebagai kepala staf presiden itu sudah membantah. Nyatanya, hingga saat ini kabar tersebut masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.

Maklum, dugaan isu kudeta itu disampaikan langsung oleh Ketum Partai Demokrat AHY, yang terlanjur sudah meradang terkait adanya rumor tersebut.

Dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat Senin (1/2/2021), AHY mengatakan kecurigaannya mengenai adanya gerakan yang melibatkan pejabat pemerintahan, yang secara fungsional berada di lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.

Meski tidak menjelaskan secara rinci,  AHY menuding ada 5 orang kader, eks kader partai Demokrat, dan juga seorang pejabat tinggi di pemerintahan yang diduga merencanakan manuver politik.

Beberapa jam paska AHY menggelar konferensi pers, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Andi Arief mengungkap nama pejabat tinggi yang dimaksud putra presiden ke-6 tersebut.

Melalui akun Twitter pribadinya, Andi dengan lantang menyebut jika Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko adalah sosok di balik upaya kudeta yang dimaksud.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," cuit Andi lewat akun Twitter pribadinya.

 

Topik
Partai DemokratDonor Konvlesen

Berita Lainnya

Berita

Terbaru