Vaksinasi 150 Nakes Tertunda, Sekda Kabupaten Malang Minta Ada Waktu Jeda

Feb 02, 2021 19:57
Suasana saat beberapa pejabat Forkopimda Kabupaten Malang menjalani vaksinasi covid-19, Sabtu (30/1/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)
Suasana saat beberapa pejabat Forkopimda Kabupaten Malang menjalani vaksinasi covid-19, Sabtu (30/1/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

MALANGTIMES - Sedikitnya 150 tenaga kesehatan (nakes)  di Kabupaten Malang yang masuk prioritas pertama dalam vaksinasi covid-19 dinyatakan mengalami penundaan saat hendak menerima penyuntikan vaksin.

Saat dikonfirmasi usai menjalani rutinitas kegiatan pemerintahan di Anusapati, Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Selasa (2/2/2021),  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menjelaskan,  penyebab utama dari ditundanya para nakes menjalani vaksinasi covid-19 tersebut dikarenakan kondisi kesehatan yang kurang prima. Khususnya tekanan darah-nya yang dinyatakan tinggi.

”Yang ditunda (menerima vaksin covid-19) kurang lebih ada 150-an orang nakes. Ditunda karena tekanan darahnya tinggi,” ucapnya. 

Tensi darah mereka lebih dari 140/90. ”Jadi yang dilaksanakan vaksinasi batasnya (tensi, red) paling tinggi adalah 140/90,” terang  Arbani.

Selanjutnya mereka bakal diberi jeda waktu beberapa hari sebelum akhirnya kembali dijadwalkan menjalani vaksinasi covid-19. ”Yang ditunda tetap bisa (menjalani vaksinasi) besoknya atau juga bisa lusanya sesuai dengan jadwal ulang yang ditetapkan,” katanya.

Meski bakal dijadwalkan ulang,  Arbani mengaku batas maksimal vaksinasi ulang terhadap prioritas pertama penerima vaksin covid-19 tersebut diperkirakan tidak sampai melebihi akhir pekan ini. ”Maksimal minggu ini diselesaikan. Insya Allah Jumat (5/2/2021) untuk penyuntikan pertama terhadap para nakes selesai 100 persen,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Pencanangan Vaksin Covid-19 sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat menyarankan kepada Dinkes Kabupaten Malang agar memberikan jeda waktu bagi 150 nakes itu saat hendak menjalani vaksinasi. Khsusunya saat hendak masuk ke meja ke-2 yang dipergunakan untuk proses skrining.

”Sebelum proses skrining di meja 2 itu dikhawatirkan karena adanya antrean dapat memicu tensi tinggi. Oleh karena itu, saya meminta agar ada jeda waktunya,” ungkapnya.

Saran itu dilakukan guna meminimalisasi kejadian yang dialaminya saat pencanangan. Pasalnya, saat agenda pencanangan vaksinasi covid-19 yang dilakukan pada Sabtu (30/1/2021) lalu, Wahyu juga batal menerima suntikan vaksin lantaran tensinya mendadak tinggi.

”Secara keseluruhan hasil skrining kesehatan saya baik. Hanya tinggal tensinya yang tinggi. Saya tidak punya riwayat tekanan darah tinggi, tapi kan saya yang bertangungnjawab saat pencanangan vaksinasi. Jadi, tentu masih ada pikiran dan kemungkinan memicu tensi jadi tinggi,” tandasnya.

 

Topik
Vaksinasi Covid 19Pemerintah Kabupaten Malangtenaga kesehatan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru