Aksi Galang Dana Mahasiswa Brawijaya Dibubarkan Satpol PP Kota Malang

Feb 02, 2021 18:07
Danton Satpol PP Kota Malang Suwito bersama petugas lainnya saat melakukan pembubaran terhadap aksi penggalangan dana untuk pembayaran UKT mahasiswa Universitas Brawijaya yang membutuhkan, Selasa (2/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Danton Satpol PP Kota Malang Suwito bersama petugas lainnya saat melakukan pembubaran terhadap aksi penggalangan dana untuk pembayaran UKT mahasiswa Universitas Brawijaya yang membutuhkan, Selasa (2/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Aksi penggalangan dana AMARAH (Aliansi Mahasiswa Resah) Brawijaya di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) dibubarkan oleh petugas Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Malang, Selasa (2/2/2021). Padahal, aksi penggalangan dana itu untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal).

Komandan Pleton (Danton) Satpol PP Kota Malang Suwito menjelaskan pembubaran dilakukan terkait dengan perizinan. "Sementara dibubarkan dulu (penggalangan dana, Red) untuk minta izin ke kesra. Semua penggalangan dana ini harus ada izin dari kesra. Meskipun untuk bencana sekalipun. Biar kami tahu dengan jelas, ini dari mana kemudian ke mana," ungkapnya kepada awak media, Selasa (2/2/2021). 

Suwito mengatakan bahwa tindakan yang dilakukannya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Lingkungan. "Ini berkaitan dengan ketertiban umum. Satpol hanya menjalankan aturan yang berlaku setiap apapun yang dilaksanakan di publik pasti butuh izin," ujarnya. 

Suwito menegaskan sudah beberapa kali melakukan tindakan pembubaran serupa terkait dengan penggalangan dana. "Tiap hari (melakukan pembubaran, red). Sebelumnya bencana alam di NTT. Tapi ternyata 4 grub belum ada izin," terangnya. 

Sementara itu, perwakilan dari AMARAH Brawijaya Raffy Nugraha merespons terkait pembubaran aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Malang. Bahwa sebelumnya pihaknya juga pernah melakukan aksi penggalangan dana terkait membantu korban bencana, namun tidak ada pembubaran oleh Satpol PP Kota Malang. 

"Kita alternatif membuat galang dana (membantu mahasiswa UB yang membutuhkan untuk membayar UKT, red) hari ini, karena teman-teman biasanya yang galang dana itu mendapatkan banyak uang di daerah sini juga dan itu tidak ada pembubaran dan lain-lain. Makanya kami galang dana juga, jadi amanlah," jelasnya. 

Jadi menurut Raffy, penggalangan dana untuk membantu mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang membutuhkan untuk membayar UKT sangat efektif dilakukan di beberapa titik Kota Malang salah satunya persimpangan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). "Jadi kita pikir galang dana disini sangat efektif menambah jumlah pundi-pundi uang yang akan tersalurkan. Itu mungkin yang terkait dengan gerakan hari ini," katanya. 

Lanjut Raffy, bahwa hingga hari ini terdapat 35 orang yang kesusahan membayar UKT dan telah terdaftar di posko AMARAH Brawijaya. Sebanyak 35 orang tersebut juga telah menyertakan kelengkapan berkas yang diperlukan. 

"Misal dia ada berkas surat kematian orang tua, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja, red) dan lain-lain. Jadi kita langsung salurkan ke mahasiswa. Keluhan sama ada yang tudak bisa bayar sama sekali ada yang kesulitan bayar," tuturnya. 

"Rata-rata UKT golongan tertinggi golongan 6, tergantung fakultasnya," imbuhnya. 

Dikatakan Raffy bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak rektorat Universitas Brawijaya (UB) masih sangat normatif dengan menghadirkan keringanan UKT melalui pembukaan pengajuan. "Cuma sangat disayangkan masih banyak teman mahasiswa tertolak bahkan belum bisa sama sekali untuk bayar UKT. Artinya bantuan belum cukup efektif," terangnya. 

Rata-rata yang mengajukan ke posko AMARAH Brawijaya berbagai alasan dan dari berbagai latar belakang. Misalnya ada orang tuanya yang di PHK, ada yang meninggal karena Covid-19, ada yang tidak punya orang tua, wali dirumahkan, dana untuk pembayaran UKT mencari sendiri dengan bekerja sendiri agar tidak membebankan orang tua. 

"Sangat banyak keluhan. Bagi kami alasannya masuk akal untuk mengajukan. Saya tidak habis pikir disaat banyak yang kesulitan bayar UKT rektorat tidak tahu di lapangan ada kejadian seperti ini," pungkasnya.

Topik
Berita Malangmahasiswa malangMahasiswa Brawijaya Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru