Jaga Inflasi, Kepala BI Malang Beber Strategi 4K

Feb 02, 2021 17:56
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho (doc MalangTIMES)
Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho (doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho membeber strategi pengendali untuk menjaga inflasi yang stabil, Selasa (2/2/2021).  Strategi yang dimaksud adalah 4K yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. "Strategi pengendalian 4K tetap diperlukan untuk tetap menjaga inflasi yang stabil dengan tetap mempertahankan daya beli masyarakat di tengah Pandemi Covid-19," jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan rilis  inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang (1/2/2021), pada Januari 2021 Kota Malang inflasi tercatat sebesar 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,09 atau secara year on year (you) mencapai 1,07 persen . Angka inflasi Kota Malang merupakan yang terendah dari delapan (delapan) kota atau kabupaten IHK di Jawa Timur.

Azka melanjutkan, mengenai arah kebijakan terkait ketersediaan pasokan, dapat dilakukan dengan pemanfaatan secara maksimal teknologi digital farming yang tentunya kini sudah berkembang serta diverifikasi produk pangan olahan.

Pemanfaatan teknologi tersebut, akan memudahkan masyarakat dalam kelancaran distribusi melalui digitalisasi pasar dan platform belanja online dengan pengiriman menggunakan transportasi online.

"Selain itu, perlu dilakukan penguatan pelaksanaan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH). Komunikasi efektif juga terus dilakukan berfokus pada perbaikan kualitas dan aksesabilitas data, peningkatan intensitas komunikasi dan koordinasi, serta senantiasa senantiasa memberikan himbauan pada masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, di wilayah kerja Bank Indonesia Malang, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga stabilitas stok dan harga pangan ditengah pandemi COVID-19. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan  pelaksanaan survei dan pemantauan harga bersama Satgas Pangan. Bukan hanya itu, upaya lainnya adalah pelaksanaan operasi pasar dengan melibatkan Bulog serta pihak terkait lainnya.

BI Malang sendiri, kedepan tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah di tingkat daerah. Upaya itu guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0 persen ±1 persen .

"Di samping itu, koordinasi sebagai bagian mendorong pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga terus dilakukan dengan mendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat selama berlangsungnya pandemi COVID-19," terangnya.

Seperti diketahui, jika inflasi saat ini tak terlepas pandemi yang masih belum berahkir dan berdampak pada daya beli masyarakat. Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Malang berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau antara lain komoditas cabai rawit, tempe, dan tahu mentah dengan andil masing-masing sebesar 0,14 persen 0,03 persen, dan 0,03 persen.

Kenaikan harga cabai rawit sebesar 58,90 persen lebih disebabkan oleh faktor seasonal seiring dengan masuknya musim tanam di bulan Desember, dan panen yang biasanya baru berlangsung di bulan Maret. Selain itu, tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi turut menjadi penyebab kenaikan harga cabai.

Inflasi tertahan oleh koreksi tarif angkutan udara yang menyebabkan deflasi dengan andil sebesar -0,08 persen. Terjadi penurunan penumpang di Bandara Abdulrachman Saleh Malang seiring dengan PPKM di Malang Raya yang kembali diperpanjang.

Topik
Berita MalangBI Malangpeternak telur merana

Berita Lainnya

Berita

Terbaru