Harga Telur Turun, Peternak Ayam Merana

Feb 02, 2021 16:48
Peternak Ayam saat menunjukkan pakan ayamnya. (Foto: Istimewa).
Peternak Ayam saat menunjukkan pakan ayamnya. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Memasuki bulan ke dua tahun 2021, harga telur ayam mengalami penurunan. Sayangnya, penurunan harga kebutuhan yang cukup menyenangkan para ibu rumah tangga ini membuat peternak ayam merana.

Bagaimana tidak, penurunan harga telur tak dibarengi dengan biaya pemeliharaan ayam. Keluhan tersebut, disampaikan oleh salah satu peternak di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Yasin. "Harga telur turun itu karena serapan pasar kurang. Biasanya, telur masuk dalam PKH (Program Keluarga Harapan), kali ini tidak," ujarnya.

Yasin mengungkapkan, harga telur ayam yang ada di pasaran yang saat ini dibanderol sekitar Rp 16 ribu hingga Rp 17.500 per kilogram. Padahal, sebelumnya untuk 1 kilogram telur seharga Rp 20 ribu.

Sedangkan, harga pakan di pasaran yang mengalami kenaikan membuat peternak ayam nyaris tak mendapat untung sama sekali. Saat ini saja, harga pakan BKK itu naik 40 persen atau senilai Rp 8.300 per kilogramnya.

Belum lagi, jenis pakan pabrikan per 50 kilogram yang harganya ada yang mencapai Rp 445 ribu. "Kalau harga pakan BKK itu yang semula Rp 5.600 menjadi Rp 8.300 per kilogram. Kalau yang bagus itu ada yang Rp 390 ribu sampai Rp 445 ribu per sak (50 kilogram)," imbuhnya.

Yasin menyebut, dengan kondisi itu, harga telur di pasaran seharusnya ikut mengalami kenaikan. Sebab, harga saat ini tak sebanding dengan pemenuhan pakan untuk ternak ayam.

"Kalau seharga Rp 20 ribu per kilogram, kami masih bisa ambil untung. Tapi kalau harganya tetap murah Rp 16 ribuan, Rp 17 ribuan ya habis di biaya operasional, bahkan kurang. Setiap hari aja butuh dua ton pakan untuk menghasilkan 600 kilogram telur," jelasnya.

Karenanya, untuk tetap bisa bertahan, menurutnya para peternak melakukan upaya efisiensi pakan. Tetapi, juga dengan tetap mempertahankan kualitas telur. "Kami berupaya untuk seefisien mungkin, kalau takarannya dikurangi, berpengaruh terhadap kualitas telur. Jadi kami juga seleksi, mana barang yang tidak dibutuhkan, tidak dipakai dulu untuk sementara," paparnya.

Apalagi, Yasin menyebut, kenaikan harga pakan diprediksi akan berlangsung hingga akhir bulan Februari 2021 mendatang. Ia berharap, di masa ini ada imbas kenaikan telur agar bisa menyesuaikan harga pakan ayam. "Sekitar akhir Februari hingga awal Maret 2021 mungkin kenaikan ini masih terus. Ini siklus tahunan. Ya kami berharap, harga telur bisa mengikuti kenaikan harga pakan," tandasnya.

Topik
Berita Malangberita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru