Ramai Isu Pengambilalihan Kursi Ketum DPP Partai Demokrat, Sutiaji Angkat Bicara

Feb 02, 2021 14:52
Kader Partai Demokrat Sutiaji yang saat ini diamanahi sebagai Wali Kota Malang ketika ditemui awak media di Balai Kota Malang, Selasa (2/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kader Partai Demokrat Sutiaji yang saat ini diamanahi sebagai Wali Kota Malang ketika ditemui awak media di Balai Kota Malang, Selasa (2/2/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Suhu perpolitikan nasional saat ini sedang panas. Hal itu menyusul ramainya isu pengambilalihan kursi Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang menyeret nama Kepala KSP (Kantor Staf Presiden) Moeldoko. 

Menanggapi isu perpolitikan nasional yang sedang panas tersebut, salah satu kader DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Demokrat Kota Malang Sutiaji pun angkat bicara dan menanggapi terkait keriuhan yang tengah dialami partainya tersebut. 

"Saya tidak pengurus. Tapi saya bicara tidak sebagai kader saja, sebagai warga negara pun, istilahnya ini rumah tangganya orang lain. Contoh kecilnya saja, rumah tangganya terus ada campur tangan orang lain, itu kan gimana nggak etis. Saya tinjauan nggak politis, tapi etika," ujarnya kepada awak media, Selasa (2/2/2021). 

Disinggung mengenai informasi terkait keriuhan yang melibatkan nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melihat dari cuitan di twitter. 

"Saya memang hanya melihat cuitan saja di twitternya ada. Itu kan sebelumnya ditengarai justru malah AHY, sebelumnya SBY selaku pembina sudah warning ya. Kayaknya ada ke sana. Berikutnya baru AHY yang melakukan konferensi pers kemarin," terangnya. 

Dirinya pun yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Malang juga mengaku bahwa dirinya sebagai kader Partai Demokrat dan WNI (Warga Negara Indonesia) sangat menyayangkan tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab terkait keriuhan di kursi Ketua Umum DPP Partai Demokrat. 

"Saya kader Demokrat, jadi apapun bentuknya, jadi bajak pembajakan tidak benar. Terlepas dari kebenaran informasi itu," ujar mantan politisi PKB Kota Malang tersebut. 

Lebih lanjut, Sutiaji pun mengatakan, bahwa terkait isu pengambilalihan atau kudeta terhadap kursi Ketua Umum DPP Partai Demokrat hal itu menciderai etika berpolitik, etika bernegara hingga etika sebagai makhluk hidup. 

"Terlepas dari benar atau tidak, yang namanya kudeta, namanya urusan rumah tangganya orang lain dicampuri, itu berarti sudah keluar dari etika," ujarnya. 

Lanjut Sutiaji, sebagai para elite politik yang berada di pusat hingga di daerah harus menjadi contoh baik kepada masyarakat luas. Karena sebagai pejabat publik yang dikenal dan dapat memberikan tauladan kepada masyarakat luas. 

"Jadi yang namanya etika, etika kemanusiaan, etika politik, etika kehidupan ini kan memang kita harus memberikan contoh. Apalagi mungkin, ya para elite di sana kalau sudah begitu, apa artinya kehidupan ini. Nanti di bawah kan lebih jahat lagi," imbuhnya. 

Sementara itu, Sutiaji pun juga sempat mengingatkan bahwa setiap makhluk hidup di dunia selalu ada pengawasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena Sutiaji berpendapat bahwa makhluk hidup ada yang menghidupkan. 

"Jadi kita di dunia ini yang namanya hidup itu ada yang menghidupkan. Siapa yang menghidupkan, itu adalah Tuhan. Setiap perilaku kita diawasi oleh Tuhan. Jadi inilah yang membedakan antara negara yang mempunyai dasar negara dengan negara yang atheis. Jadi tidak ada yang namanya hukum rimba, yang kuat nyaplok yang kecil," pungkasnya.

Topik
kursi ketum dpp partai demokratkudeta partai demokratWalikota Malang Sutiajikepala ksp moeldokoberita politik kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru