Alarm EWS Berbunyi 17 Kali Tanda Tanah Longsor, Tenda Relokasi Mulai Dipasang di Kota Batu

Feb 02, 2021 14:19
Tim gabungan saat memasang tenda relokasi di tempat yang aman di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamata Bumiaji pada Senin (1/2/2021). 
Tim gabungan saat memasang tenda relokasi di tempat yang aman di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamata Bumiaji pada Senin (1/2/2021). 

BATUTIMES - 17 kali Alarm Early Warning System (EWS) alat pendeteksi tanah longsor berbunyi di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamata Bumiaji pada Senin (1/2/2021). Tim bergegas melakukan pendirian tenda relokasi sebagai tempat evakuasi warga sejumlah 14 Kartu Keluarga (KK) yang ada di sana, Selasa (2/2/2021).

Telihat beberapa tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Polri, TNI, dan warga, gotong royong mendirikan tenda di tempat yang aman. Kurang lebih akan ada 11 tenda yang bakal dipasang.

“Kita sudah melakukan pemetaan, dan Desa Gunungsari salah satu daerah yang memiliki potensi longsor yang tinggi. Senin (1/2/2021) siang itu sirine berbunyi, personel ke lokasi ternyata ada retakan tanah baru. Intinya ada pergerakan tanah baru,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu. 

“Diputuskan perlu memindahkan warga, dan kami menyiapkan tempat reokasi di tempat lebih aman sampai tidak ada hujan,” imbuhnya. 

Dipasangnya tenda relokasi itu karena di area tersebut terdapat 15 kartu keluarga (KK) yang berada pada kawasan rawan longsor. Namun sudah ada 1 KK yang terdiri dari 3 orang melakukan evakuasi mandiri mengungsi ke rumah orang tua mereka. 

“Piroritas yang terdampak 11 KK yang betul-betul risiko tinggi. Karena potensi longsor kategori merah,” jelas Agung.

Dipasangnya tenda relokasi di tempat yang aman merupakan antisipasi hal yang tidak diinginkan sewaktu-waktu bisa terjadi. Bahkan warga sekitar pun meminjamkan lahan sawahnya untuk didirikan tenda relokasi.

“Ini juga sebagai kelanjutan dari kunjungan ibu Wali Kota Batu beberapa saat lalu memberikan arahan sudah jelas, untuk penanganan sementara relokasi dan penanaman vertiver,” tambahnya saat di lokasi.

Sementara itu alat pendeteksi tanah longsor pada Senin siang hari berbunyi 2 kali. Kemudian disusul pada malam harinya sejak pukul 18.00 WIB sampai 20.00 WIB berbunyi 15 kali. Namun setelah pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB alarm EWS tidak berbunyi.

 

Topik
Tanah Longsorews berbunyi di kota batutenda relokasiBPBD Kota Batuberita bencana kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru