AHY Klarifikasi ke Jokowi soal Kudeta, Kondisi Internal Demokrat Jadi Sorotan

Feb 02, 2021 11:06
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Instagram agusyudhoyono)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Instagram agusyudhoyono)

INDONESIATIMES- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan klarifikasi terhadap Presiden Joko Widodo soal isu kudeta. Diketahui, AHY menduga ada upaya untuk merebut Ketum Partai Demokrat yang dilakukan oleh oknum pemerintahan.  

Isu ini pun disebut sebagai bukti adanya ketidaksolidan dalam lingkup internal Partai Demokrat. Tak ayal hal ini berhasil mencuri perhatian dari beberapa pihak.  

Baca Juga : Viral, Banyak Warga Malang Raya Sembuh Dari Covid-19 Pasca Minum Obat Temuan Prof Richard Claproth

Kondisi internal Partai Demokrat ini pun kini disorot oleh berbagai pihak. Salah satu sorotan datang dari pakar politik Indobarometer, M Qodari.  

Qodari menyebut jika setiap partai politik pasti memiliki dinamika. Namun ia mengatakan jika isu kudeta ini justru menjadi kabar yang sangat mengejutkan.  

"Mengejutkan karena kongresnya baru selesai, Ketum baru terpilih begitu, apalagi dengan cara aklamasi, jadi seharusnya kalau baru terpilih dan aklamasi tidak ada gerakan politik. Jadi artinya apa? Berarti aklamasinya Partai Demokrat pada tahun lalu Maret 2020, sebetulnya bukan aklamasi yang sejati," kata Qodari.

Lebih lanjut, ia menilai jika munculnya isu ini diduga karena ada pergerakan politik di tubuh partai itu sendiri. Jika ada manuver, kata Qodari, yang melibatkan kader-kader internal Demokrat, menjadi tanda tanya terhadap aklamasi AHY sebagai ketum partai.

"Bahwasanya ada gerakan politik belum setahun dari Ketua Umum (AHY) terpilih dan secara aklamasi, artinya sesungguhnya kekuasaan di Demokrat tidak bulat, lonjong gitu, dan aklamasinya bermasalah karena kok ada kelompok-kelompok Demokrat, keluarga besar Demokrat yang melakukan manuver," ucapnya.

Bahkan Qodari mengatakan justru masalah timbul lebih banyak dari dalam Demokrat, bukannya dari lingkaran istana seperti yang disinggung AHY. Menurutnya api di dalam partai itulah yang harus dipadamkan terkait isu kudeta ini.

Lebih lanjut, Qodari menilai upaya orang di sekitar Presiden Jokowi bukan untuk mengacak-acak Demokrat. Langkah itu lantas dinilai tidak tepat karena saat ini Jokowi masih membutuhkan partai opisisi.  

Ia juga menduga jika ada orang di sekitar Jokowi yang terlibat itu hanyalah untuk kepentingan pribadi, bukan ada hubungannya dengan pemerintah.  

Pendapat senada juga disampaikan founder lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio. Ia menilai persoalan ini justru ada pada rasa rasa insecure terkait kesolidan Demokrat.  

Baca Juga : Diduga Ikut Terlibat Rencana Kudeta Demokrat, Moeldoko Beri Bantahan, AHY Geram!

"Itu yang membingungkan, jadi menurut saya ini akibat ada rasa insecure atau tidak aman dari kubu Demokrat, maka kemudian dia melontarkan hal itu. Memang sebaiknya hal seperti ini kalau kemudian didengarkan ya diperkuat saja konsolidasi parpol," ungkap Hendri.

Diketahui sebelumnya, AHY menyinggung isu kudeta ini melalui konferensi pers yang di gelar di DPP Partai Demokrat Senin (1/2/2021). AHY mengungkap upaya kudeta terhadapnya, yang didapatkannya dari informasi yang menyebutkan adanya orang dekat lingkaran Jokowi.  

"Para pimpinan dan kader Demokrat yang melapor kepada kami tersebut, merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat," kata AHY.

Menurut AHY, ajakan dan komunikasi itu dilakukan dengan paksa melalui telepon maupun pertemuan langsung. 'Kudeta' itu disebut akan menjadi jalan mulus menjadi capres pada Pemilu 2024.

"Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti 'dengan paksa' Ketum PD tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung. Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang. Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB)," paparnya.

Namun selang beberapa jam setelah konferensi pers, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat, Andi Arief  mengungkap nama pejabat tinggi yang dimaksud. Melalui akun Twitternya, Andi dengan tegas menyatakan jika Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko merupakan sosok di balik upaya kudeta tersebut.

Topik
kudeta demokratisu moeldoko kudeta demokratPartai DemokratAHY Demokrat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru