Unisma Lepas 800 Lebih Mahasiswa Peserta KSM, Kementerian Desa Beri Wejangan Ini

Jan 30, 2021 17:14
Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, MSi (dua dari kanan) saat memberikan sambutan dalam pelepasan para peserta KSM (Ist)
Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, MSi (dua dari kanan) saat memberikan sambutan dalam pelepasan para peserta KSM (Ist)

MALANGTIMES - Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) melepas 800 lebih mahasiswa dalam kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Berbasis Keilmuan dan Domisili. Pelepasan itu digelar secara daring, Sabtu (30/1/2021). 800 mahasiswa tersebut akan melakukan KSM ke seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

Rektor Unisma Malang, Prof Dr H Maskuri, MSi menjelaskan, jika KSM merupakan kata pengganti dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sejalan dengan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penggunaan KSM sendiri bertujuan agar para mahasiswa memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi.

Baca Juga : Perpustakaan UIN Malang, Satu-satunya di Indonesia yang Tergabung di Asosiasi Internasional

 

"Para mahasiswa sendiri diharapkan bisa menjadi agent of change di tengah-tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu memberikan spirit baru, bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi, budaya, kesehatan dan bidang-bidang lainnya, serta diharapkan menumbuhkan kreativitas masyarakat," bebernya.

Para mahasiswa nantinya akan melakukan KSM sesuai keilmuan dan domisili masing-masing mahasiswa. Namun sebelum melakukan KSM pada daerahnya, mereka diharuskan melakukan pemetaan terhadap hal-hal yang memang perlu untuk dilakukan perubahan atau peningkatan serta problematika yang perlu diselesaikan.

"Mahasiswa sendiri yang menentukan tema-temanya. Setelah ditemukan tema, kemudian mereka melaporkan ke Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk arahan selanjutnya. Selain itu mereka juga kami berikan modul," ungkapnya.

Sementara itu, sebelum dilepas secara resmi, mahasiswa peserta KSM mendapatkan arahan dari Menteri Desa PDT, Drs A Halim Iskandar, MPd yang diwakili Dr. Suprapedi, M. Eng.Sc sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

"KSM tematik, ini sangat strategis. Kontribusi daripada kampus, menjadi sangat berarti bagi kementerian desa pada umumnya dan masyarakat pada khususnya," terangnya.

Pemetaan yang dilakukan mahasiswa, dampaknya sangat bagus. Desa akan lebih mengenali potensi yang dimiliki. Dalam fokus KSM, pihaknya meminta untuk para mahasiswa maupun DPL tidak mengambil tema yang tidak terlalu luas. Ia mengharapkan mahasiswa untuk fokus mengambil tema.

"Jangan terlalu luas. Fokuskan untuk diarahkan yang mana. Misalnya, agriculture pertanian, tentu di situ bisa dipilah produk apa saya yang bisa didorong. Selain itu juga harus berkoordinasi dengan mitra yang strategis untuk menyukseskan itu. Termasuk mendorong produk desa ke ranah nasional," jelasnya.

Baca Juga : Berkebutuhan Khusus, Mahasiswa Ini Sabet 3 Juara Bulu Tangkis Internasional

 

Dalam KSM nantinya, pihaknya juga berharap agar terdapat pengukuran tingkat keberhasilan KSM sebagai bahan untuk evaluasi. Evaluasi tersebut bisa dilakukan, misalnya pada bidang ekonomi maupun bidang lainnya.

"Harus diukur juga tingkat keberhasilan. Misalnya pada sisi ekonomi, kemiskinan. Sebelum dan sesudah harus dilakukan pengukuran.  Sehingga bisa diketahui bagaimana dampak KSM ini," bebernya.

Dalam pelaksanaan KSM, pihaknya mengharapkan untuk bisa melibatkan seluruh stake holder yang ada di desa untuk bisa terlibat dalam merencanakan pembangunan desa. Sehingga, dengan pelibatan stakeholder terkait, tentunya akan semakin memantapkan untuk menggali potensi maupun mengatasi problematika yang ada di desa.  

"Harus bisa mengenali apa yang dibutuhkan desa, sehingga bisa mendorong potensi apa yang bisa dikembangkan, baik sumber daya manusia, sumber daya alam dan lainnya. Yang jelas kami dari Kementerian Desa menyambut baik," pungkasnya.

Topik
Universitas Islam Malangunisma malangMahasiswa Unisma

Berita Lainnya

Berita

Terbaru