Bukan Narkotika Jenis Gorila, ini Isi Makanan yang Diselundupkan di Lapas Lowokwaru dan Bikin Geger

Jan 30, 2021 14:29
Kasat Reskoba Polresta Malang Kota Kompol Anria Rosa Piliang saat memberikan keterangan terkait hasil uji lab forensik, Sabtu (30/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kasat Reskoba Polresta Malang Kota Kompol Anria Rosa Piliang saat memberikan keterangan terkait hasil uji lab forensik, Sabtu (30/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Hasil Uji Labfor (Laboratorium Forensik) Polda Jawa Timur terkait dugaan narkotika yang diselundupkan dalam makanan tahu goreng dan tempe mendol yang dimasukkan ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas I Lowokwaru Malang telah keluar. 

Kasat Reskoba Polresta Malang Kota Kompol Anria Rosa Piliang mengungkapkan, setelah melalui proses uji labfor di Polda Jawa Timur pada tanggal 28 Januari 2021, ternyata isi dari tahu goreng dan tempe mendol yang sebelumnya diduga narkotika murni tembakau yang mengandung nikotin. Sehingga sama sekali bukan tembakau yang masuk dalam kategori narkotika. 

Baca Juga : Disebut Jenis Narkoba Langka, Apa Itu P-Fluoro Fori yang Digunakan Selebgram Syiva Angel?

 

"Hasil yang dikeluarkan 50 paket bungkusan yang diduga tembakau gorila itu dipastikan bukan tembakau gorila, namun asli yang mengandung nikotin. Jadi tidak ada mengandung narkotika sama sekali dan tidak merupakan tindak pidana narkotika," ungkapnya kepada awak media, Sabtu (30/1/2021). 

Perwira yang akrab disapa Rosa ini menjelaskan kronologi terkait 50 bungkus tembakau yang diselundupkan didalam tahu goreng dan tempe mendol untuk warga binaan di Lapas Kelas I Lowokwaru Malang. 

"Setelah kita lakukan uji lab kita telah menginterogasi yang mana pada saat tanggal 27 Januari pukul 15.00 itu yang mengirim atas nama Bu Mamik Winarsih dan didampingi sama Bu Anik Nurjanah dilakukan pemeriksaan," ujarnya. 

Perwira dengan 1 melati dipundaknya ini menuturkan bahwa memang benar Bu Mamik Winarsih ibu kandung dari warga binaan berinisial RB. Sang ibu telah mengirimkan sejumlah kebutuhan salah satunya 50 bungkus tembakau yang diselundupkan melalui makanan tahu goreng dan tempe mendol untuk anaknya yang berada didalam Lapas Kelas I Lowokwaru Malang. 

"Mereka mengirimkan atas dasar untuk anaknya dipakai sendiri karena di dalam lapas itu rokoknya harganya lumayan mahal. Hingga mereka memang tidak boleh mengirimkan tembakau dari luar, sehingga mereka mengirimkan tembakau-tembakau ini di tahu dan mendol," bebernya. 

Sementara itu, Mamik Winarsih dan Anik Nurjanah yang juga dihadirkan oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba menjelaskan maksud dan motif apa yang mendasari dirinya menyeleundupkan 50 bungkus tembakau didalam tahu goreng dan tempe mendol. 

"Ide (dimasukkan dalam tahu dan tempe, red) itu dari hati kecil saya sendiri. Karena (Anak saya, red) memang suka sama mendol. Jadi hati kecil sini misalkan rokok dalam lapas itu mahal, bagaimana rokok itu bisa masuk," ujar Mamik kepada awak media. 

Lanjut Mamik bahwa sebelumnya dalam jangka waktu yang cukup lama dirinya juga pernah mengirimkan tembakau yang sama dengan dimasukkan dalam plastik transparan yang membuat petugas juga dapat melihat dengan jelas adanya tembakau tersebut. 

"Pernah ngasih dalam plastik transparan kelihatan itu namanya tembakau, kok didalam (Lapas Kelas I Lowokwaru Malang, red) dinyatakan hilang. Itupun nggak dikatakan dipanggil kesana juga nggak ada, dimarahi juga nggak ada," jelasnya. 

Baca Juga : Polisi Bekuk Dua Pembobol Bengkel Onderdil

 

Jadi lanjut Mamik, dirinya yang merupakan ibu kandung dari RB kasihan melihat anaknya yang ingin merokok namun harga rokok didalam Lapas Kelas I Lowokwaru Kota Malang cukup mahal baginya. 

"Jadi sebagai inilah caranya bisa nanti ngasih nafkah untuk anaknya. Hati kecil saya nggak bisa melupakan seperti itu. (kejadian mengirimkan tembakau, red) Yang ini satu kali, yang hilang itu satu kali. Sudah lama sekali (peristiwa yang hilang, red)," imbuhnya.  

Mamik pun juga menyebutkan bahwa harga tembakau itu untuk saat ini setiap setengah ons seharga Rp 7 ribu dan tembakau yang bagus setiap setengah ons seharga Rp 12 ribu. 

"(Didalam Lapas, red) Lek rokok alami trubusnya itu satu pack nya Rp 11 ribu. Kalau biasanya di toko-toko Rp 7 ribu," tandasnya. 

Sebagai informasi, seperti yang diberitakan sebelumnya telah ditemukan total 50 bungkus tembakau mencurigakan yang berada didalam tahu goreng dan tempe mendol pada hari Rabu (27/1/2021) yang merupakan barang kiriman dari keluarga kepada warga binaan di dalam Lapas Kelas I Lowokwaru Malang. 

Sebanyak 50 bungkus tembakau yang dimasukkan dalam tahu goreng dan tempe mendol dikirimkan oleh keluarga bersamaan dengan paket nasi, sayur, lauk pauk, ikan asin, sambal goreng, pecel, kecap, kripik, rokok, hingga kopi.

Topik
kasus penyeludupan narkoba pada makananpenyelundupan narkoba melalui tahu dan mendolPenyelundupan NarkobaLapas Lowokwarupenyelundupan narkotika di lapas lowokwaru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru