Tragedi Carok Tewaskan Dua Orang di Kabupaten Malang Dipicu Masalah Tanah Bengkok

Jan 29, 2021 16:48
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media Jumat (29/1/2021). (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media Jumat (29/1/2021). (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tragedi berdarah di Dusun Sumber Gentong, Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Junat pagi (29-1-2021, diduga terjadi karena permasalahan tanah bengkok. Dua kelompok terlibat carok sehingga menewaskan dua orang.

Yang terlibat carok itu adalah kelompok mantan Kepala Dusun (Kasun)  Sumber Gentong Mujiono serta  Toyib, kasun Sumber Gentong yang masih menjabat.

Baca Juga : KPK Masuk Kota Malang, Usut Transaksi Jual Beli Tanah Mantan Wali Kota Batu ER

Dari keterangan yang diperoleh dari Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, tragedi carok tersebut bermula dari Mujiono yang ternyata terlibat kasus pidana sehingga diadakan pilihan kasun baru. Dari situ, terpililah Toyib sebagai kasun baru yang memimpin Dusun Sumber Gentong. 

Namun saat Mujiono lepas masa pidana, ternyata dia masih menginginkan pembagian hasil dari pengolahan tanah bengkok. “Permasalahan muncul ketika Mujiono dan anaknya yang bernama Irwan masih berharap mendapat hasil dari tanah bengkok,” kata Hendri.

Karena tidak terima dengan sikap Mujiono, Toyib mengajak dua saudaranya untuk meluruk mantan kasun tersebut.

Kebetulan, Toyib bertemu Mujiono bersama Irwan saat sedang membersihkan daun kering di lahan tebu tanah bengkok tersebut. Tanpa pikir panjang, ketiga orang tersebut melempari Mujiono dan Irwan dengan batu dari kejauhan.

Mendapatkan serangan, Mujiono dan Irwan keluar dari lahan tebu. Lalu sempat terjadi cekcok antara kedua kubu sehingga carok tidak bisa dielakkan kembali. 

Baca Juga : Kejari Kabupaten Malang Tangkap Terpidana Penipuan Buron 3 Tahun

Dua orang melawan tiga orang. Akibatnya, Mujiono dan Irwan tewas dengan luka-luka akibat bacokan senjata tajam.

Atas kejadian tersebut, Polres Malang akan terus melakukan penyelidikan karena sudah menelan korban jiwa. “Tiga orang nantinya kemungkinan akan jadi tersangka atas insiden itu,” ucap Hendri.

Sementara itu, untuk menghindari aksi balas dendam antara kedua kubu, Hendri memerintahkan anggota Polsek Sumbermanjing Wetan untuk berjaga di rumah Mujiono dan Toyib. “Situasi di Dusun Sumber Gentong mulai kondusif. Tapi saya perintahkan anggota agar ada yang standby di rumah dua kubu itu,” pungkas kapolres. 
 

Topik
Tragedi BerdarahSumbermanjing WetanKabupaten Malangtanah bengkokCarokmantan Kepala Dusun

Berita Lainnya

Berita

Terbaru