Usulan Pra-Musrenbang Kecamatan Lowokwaru, 80 Persen Terkait Masalah Lingkungan

Jan 28, 2021 17:05
Camat Lowokwaru Joao Maria Gomes De Carvalho
Camat Lowokwaru Joao Maria Gomes De Carvalho

Sebanyak 1.066 usulan pembangunan di Kecamatan Lowokwaru telah masuk Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kota Malang. Hal tersebut terungkap dalam pra-musyawarah pembangunan daerah (pra-musrenbang) tahun 2021 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 Kecamatan Lowokwaru, Kamis (28/1/2021).

Namun dari usulan tersebut, menurut  Camat Lowokwaru Joao Maria Gomes De Carvalho di sela-sela kegiatan pra-musrenbang, erdapat usulan prioritas perihal permasalahan lingkungan di Kecamatan Lowokwaru. "Sebanyak 80 persen usulan ingin adanya perbaikan yang ada hubungan dengan lingkungan. Ya permasalahan banjir, saluran drainase, jalan, paving dan lainnya," jelasnya, Kamis (28/1/2021).

Baca Juga : Jalankan Program Kemensos RI, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Mulai Data Penyandang Disabilitas

Gayung bersambut. Pihak kecamatan menyambangi kelurahan-kelurahan untuk menyampaikan agar usulan fokus pada permasalahan  lingkungan. Apalagi,  setiap kali musim hujan, selalu berdampak adanya gangguan. Sebut saja permasalahan saluran dan banjir di beberapa titik di Kecamatan Lowokwaru.

"Saya sampaikan kita harus fokus terhadap permasalahan di Kecamatan Lowokwaru untuk diselesaikan satu per satu. Dan kebetulan, urusan lingkungan ini setiap musim hujan selalu mengganggu. Masyarakat waswas. Ada yang di pinggiran kali takut rumahnya longsor, masalah saluran nggak beres, air meluap menyebabkan banjir dan lain sebagainya," ungkapnya.

Karena itu, kecamatan berharap usulan-usulan mengenai permasalahan lingkungan bisa diakomodasi pada tahun 2022. Sehingga, permasalahan lingkungan yang dialami Kecamatan Lowokwaru selama ini bisa selesai serta membuat masyarakat tenang dan tak ramai lagi perihal permasalahan lingkungan.

"Meskipun ini menjadi prioritas,  arah kebijakan untuk juga memprioritaskan bidang pendidikan dan kesehatan juga tak bisa ditinggalkan. Tetapi kembali lagi, urusan lingkungan harus diperhatikan karena hal itu tentunya berhubungan dengan bidang lainnya. Ketika lingkungan terganggu, tentunya juga akan mengganggu lainnya," terang Joao.

Sementara itu, dari 1.066 usulan, terdapat 900 usulan yang belum diverifikasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang dan harus dicermati kembali untuk mencari usulan skala prioritas. "Artinya 900 usulan harus dibicarakan lagi. Mungkin ada kurangnya di beberapa sisi. Atau bisa juga penentuan prioritas. Misalnya kelurahan A mengajukan urusan gorong-gorong 10. Nah dari 10 ini, urutan prioritas seperti apa, kan nggak mungkin 10 itu jadi nomor satu," ungkapnya.

Baca Juga : Hadiri Pra Musrenbang, Wawali Bung Edi Beri Penekanan Dua Hal

Karena itu, nantinya para undangan -mulai dari para ketua lembaga pemberdayaan masyarakat kota (LPMK),  perwakilan kelurahan, dan beberapa delegasi perwakilan yang ditugaskan untuk mengawal usulan, akan membahas usulan-usulan tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko menambahkan, meskipun kegiatan pembangunan fisik penting, namun  permasalahan sosial, kesehatan, ekonomi dan pendidikan, juga tak mudah. Perlu kesadaran dari semua pihak untuk turut memperhatikan. "Perencanaan harus mengarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mempertimbangkan potret situasi saat ini," ujarnya.

 

Topik
Usulan Pra MusrenbangKecamatan LowokwaruMasalah LingkunganSistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru