Pencanangan Vaksinasi Covid-19, Bupati Sanusi: Siap kalau Ada Vaksin untuk Usia 60 Tahun

Jan 27, 2021 20:38
Bupati Malang Sanusi saat menjelaskan mekanisme pencanangan vaksinasi covid-19, Rabu (27/1/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)
Bupati Malang Sanusi saat menjelaskan mekanisme pencanangan vaksinasi covid-19, Rabu (27/1/2021). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

MALANGTIMES - Faktor usia dikabarkan menjadi kendala bagi Bupati Malang Sanusi untuk mendapatkan vaksin covid-19. Sebab, saat ini orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tersebut telah berusia 60 tahun.

”Sebenarnya saya siap. Cuma, aturannya itu, umurnya antara 18 hingga 59 tahun. Sedangkan saya sudah umur 60 tahun lebih. Jadi, sementara tidak boleh karena melanggar aturan,” ungkapnya saat ditemui usai menghadiri salah satu agenda pemerintahan yang diselenggarakan di Anusapati, Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga : Tingkat Kematian Bayi di Kota Malang Meningkat, Ini Sebabnya

Namun, lanjut Sanusi, jika ada vaksin covid-19 yang diperuntukkan bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas, dia memastikan akan bersedia terlibat dalam gerakan vaksinasi covid-19.

”Ya bertahap. Kalau nanti memang ada vaksin yang diperuntukkan bagi umur 60 tahun dan diperbolehkan, saya siap,” tandasnya.

Terpisah, dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, guna memastikan apakah Bupati Malang Sanusi diperkenankan dalam pencanangan vaksin covid-19, Pemkab Malang bakal tetap mengajukannya kepada pusat. ”Kami tetap akan ajukan, tapi sementara ini belum ada petunjuk lebih lanjut,” ungkapnya.

Seperti yang sudah dijelaskan pada pemberitaan sebelumnya, pencanangan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Malang akan diperuntukkan bagi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang. Yakni mulai dari bupati, kapolres, dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, pelaksana tugas (Plt) kepala Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, hingga jajaran pejabat Forkopimda Kabupaten Malang lainnya.

Namun, belakangan diketahui, dari target 10 orang yang dilibatkan dalam pencanangan termasuk kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Malang tersebut, selain Bupati Malang Sanusi, beberapa pejabat lainnya dimungkinkan juga tidak diperkenankan untuk menerima vaksin covid-19. ”Semuanya kami belum tahu seperti apa kebijakannya,” ungkapnya.

Selain karena faktor usia, beberapa pejabat yang tergabung dalam Forkopimda Kabupaten Malang dimungkinkan juga tidak bisa terlibat dalam pencanangan vaksin covid-19 karena sudah jadi penyintas. ”Dandim (0818) sudah pernah terkena (covid-19), jadi penyintas. Pak Kapolres dikabarkan  juga sudah pernah kena, penyintas. Kemudian yang lain-lainnnya, kami belum tahu, tapi tetap akan kita ajukan saja,” imbuhnya.

Baca Juga : Masyarakat Umum Prioritas ke-4, Ini Penjelasan Pemkab Malang Soal Sasaran Vaksin Covid-19

Sementara ini, dari instruksi pusat, diterangkan sekda Kabupaten Malang, ada jajaran Forkopimda Kabupaten Malang yang tidak memenuhi persyaratan vaksinasi akan diwakilkan oleh pejabat lainnya. ”Nanti kalau memang petunjuknya boleh diwakilkan. Misalkan Pak Dandim diwakilkan siapa. Kemudian Pak Kapolres nanti diwakilkan Pak Wakapolres. Misal begitu diperbolehkan nanti lainnya akan menyesuaikan,” terangnya.

Untuk diketahui, masih menurut Wahyu, pencanangan vaksinasi covid-19 akan dilakukan pada Sabtu (30/1/2021). Sedangkan lokasi pencanangannya rencananya akan dilakukan di Pendapa Panji Kabupaten Malang yang beralamat di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen.

”(Pencanangan) Sabtu jam 09.00 WIB di Pendapa Kepanjen. Nanti Pak Bupati dan semua jajaran (forkopimda, red) datang. Pada saat itu juga akan langsung disampaikan terkait dengan pelaksanaannya,” tutup Wahyu.

 

Topik
Bupati Malang SanusiVaksin Covid 19Pemerintah Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru