Omset Merosot, Bagaimana Nasib Arema FC Saat Ini?

Jan 27, 2021 19:33

MALANGTIMES - Masa pandemi Covid-19 dan adanya aturan mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali membuat kegiatan dari segala aspek secara ekonomi menurun.

Seperti aspek di bidang olahraga. Salah satunya olahraga sepak bola di Indonesia yang bisa dibilang anjlok, dikarenakan tidak adanya pertandingan sama sekali.

Baca Juga : PSSI Resmi Hentikan Kompetisi Musim 2020, Arema FC Minta Surat Edaran Resmi

Larangan pertandingan sepak bola itu disebabkan adanya peraturan terkait kerumunan dari Kapolri. Tentu secara ekonomi dalam dunia sepak bola menurun.

Namun di setiap club mampu menyiasati situasi ekonomi yang menurun sampai menunggu diselenggarakannya kompetisi Liga 2021 yang masih dalam perencanaan.

Salah satunya club Arema FC yang sampai saat ini berusaha menyiasati keekonomian mereka dari segi sponsor dan lain-lain. Divisi Bisnis dan Marketing Arema FC, Yusrinal Fitriandi menjelaskan, sampai saat ini pihaknya telah mendiskusikan dengan pihak sponsor terkait benefit yang sudah disalurkan.

"Yang pasti sponsor menanyakan kelanjutan kerjasamanya. Kelanjutannya itu terkait benefit yang sudah mereka berikan maupun sebaliknya," ujarnya, Rabu (27/1/2021).

Sempat jadi pertanyaan besar bagi Arema FC, jika kerjasama itu berhenti dan bagaimana benefit itu?. Namun dari diskusi yang telah dilaksanakan beberapa hari lalu, Yusrinal mengaku tidak ada kendala dan sudah memikirkan solusi.

"Untuk kerjasama tidak ada masalah. Untuk kompetisi selanjutnya mereka juga akan meneruskan kerjasamanya. Seperti Indofood, Kratingdeeng, dan Ms glow," ujarnya.

Yusrinal juga mengaku bahwa omset Arema FC menurun sejak pandemi ini. Semisal menghadapi keuangan sponsor yang sebelumnya sudah disepakati.

"Sementara selama covid ini,  yang bisa kita ganti untuk benefitnya mereka itu, aset yang kita miliki di digital. Itu pun sampai akhir Desember kemarin, kita baru sanggup 50 persen. Artinya masih separuhnya. Ya semisal Kratingdaeng dari kontrak awal memberikan Rp 1,5 Miliar. Dan di termin pertama kan baru Rp 750 juta. Nah dari angka itu, kita baru memenuhi Rp 400 juta untuk benefitnya," jelasnya.

"Karena kalau segi dari sponsor itu, benefit yang paling dari hasil pertandingan. Hitungan secara matrixnya kan eklusif brandingnya. Seperti iklan di televisi, pertandingan dan Jersey. Nah sekitar 70 persennya ada di pertandingan," imbuhnya.

Baca Juga : Gelandang Muda Arema FC Ikut Tes TNI, Inilah Sosok Vikrian Akbar Fathoni

Tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah yang penting bagi Arema agar para sponsor tetap melanjutkan kerjasamanya.

"Tinggal tunggu kepastiannya saja terkait  kerjasamanya bulan Febuari atau Maret. Atau pun bakal lanjut pada kompetisi Liga 1 2021. Anggap saja kita punya waktu 2 bulan ini untuk sponsor. Benefit Rp 400 juta itu aja, kita hitung dari awal covid. Diakui memang sangat berat bagi club Arema FC sendiri," jelasnya.

Pihaknya juga memiliki opsi atau solusi untuk keekonomian Arema FC saat ini. Yakni melalui aktivitas digital. Seperti halnya para pemain mengupload atau live Instagram terkait kegiatan mereka. Dengan itu akan menjalin kerjasama dengan produk-produk atau sponsor.

Selain itu merencanakan penambahan toko atau store Arema dan juga berencana membuat pakaian olahraga yang nantinya akan disalurka ke store khusus pakaian olahraga.

"Iya itu opsi kita untuk memenuhi benefit sponsor sebelumnya. Jika tidak lanjut, beberapa sponsor benefitnya kita rangkum sesuai nilai termin yang sudah masuk. Semisal Kratingdaeng dalam termin 1 memberikan Rp 750 juta dan fokus sponsor di Kompetisi Liga 1 2021. Nah kita memenuhi sekitar angka segitu. Apabila masih lanjut kerjasamanya, kita tinggal memenuhi sisanya saja," jelasnya.

Terkait pemasukan Arema FC di masa pandemi ini, Yusrinal mengaku sangat menurun dari berbagai omset.

"Kerugian Arema FC, secara logika untuk menutupi operasional sudah susah. Banyak banget kerugian. Gak bisa kita disebut. Kalau untuk jersey dan merchandise omsetnya turun banget sekitar 70 persen. Untuk total omset masih ada, tapi turun banget," ujarnya.

Topik
Omset MerosotNasib Arema FCPandemi Covid 19Pembatasan Sosial Berskala BesarPemberlakukan Pembatasan Kegiatan MasyarakatPPKMPSBB

Berita Lainnya

Berita

Terbaru