Tim Kesehatan Kota Malang Lakukan Simulasi Vaksin Covid-19

Jan 27, 2021 18:41
Direktur RSUD Kota Malang dr Husnul Muarif (kanan) saat mempraktekkan simulasi vaksin Covid-19 di Mini Block Office, Rabu (27/1/2021). (Foto: Istimewa).
Direktur RSUD Kota Malang dr Husnul Muarif (kanan) saat mempraktekkan simulasi vaksin Covid-19 di Mini Block Office, Rabu (27/1/2021). (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Pelaksanaan vaksin Covid-19 pertama di Kota Malang bakal dimulai besok (Kamis, 28/1/2021). Segala persiapan kesehatan hingga sarana prasarana penunjang telah di siapkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Sore ini (Rabu, 27/1/2021) tim kesehatan melangsungkan simulasi vaksinasi di lantai 4 Mini Block Office. Dalam pelaksanaannya nanti, akan terdapat 4 sesi urutan vaksinasi yang akan dilakukan kepada 12 calon penerim vaksin pertama di Kota Malang.

Baca Juga : Masyarakat Umum Prioritas ke-4, Ini Penjelasan Pemkab Malang Soal Sasaran Vaksin Covid-19

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif mengungkapkan ke 12 calon penerima vaksin harus melalui beberapa tahapan sebelum divaksin. Di antaranya, harus melalui mega regristasi dan tes kesehatan awal.

Jika di dua tahapan dinyatakan lolos, maka barulah beelanjut ke proses penyuntikan vaksin. Kemudian, baru ke tahapan oveservasi hingga diberikan sertifikat sebagai seorang yang telah di vaksin Covid-19.

"Semua proses itu ada 4 tahapan yang kita bagi mulai dari meja 1 sampai 4. Ini untuk mencocokkan, apakah calon penerima vaksin yang sudah ditetapkan oleh KPC-PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) telah sesuai. Jika lolos, lanjut ke meja kedua," ujarnya.

Husnul menjelaskan, untuk meja kedua nantinya calon penerima vaksin dilakukan screening kesehatan secara sederhana. Hal ini, guna mengetahui kondisi kesehatan yang bersangkutan yang disesuikan dengan ketentuan pemberian untuk vaksin scinovac.

"Ada pemeriksaan sederhana disitu, misalnya pemeriksaan tekanan darah ataupun analisa-analisa yang lain sesuai dengan kriteria. Kalau nggak lulus karena hipertensi tidak terkontrol misalnya, itu nggak bisa melanjutkan ke meja 3," imbuhnya.

Nah, di posisi meja ketiga inilah proses vaksinasi dilakukan. Di sini pun disiapkan 2 petugas kesehatan, satu merupakan vaksinator dan satu lagi asisten yang membantu jalannya vaksinasi.

Dijelaskan pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang ini, bahwa sang asisten vaksinator nanti yang bertugas mengambil vaksin dari tempatnya untuk dipindahkan ke dalam ADS ADS (Aauto dysable syringe) atau alat suntik vaksin.

"Baru setelah itu diserahkan ke vaksinator, kemudian vaksinator mengambil tempat, kemudian memulai vaksinasi ke dalam tubuh penerima vaksin," ungkapnya.

Lama proses jalannya tahapan hingga ke vaksinasi itu kata Husnul, kurang lebih 15 menit. Baru kemudian, penerima vaksin juga masih harus melakukan tahapan berikutnya di meja 4. Yang mana, di sini akan dilakukan observasi pasca divaksin.

Proses observasi vaksin ini untuk mengetahui ada tidaknya gejala lanjutan pasca vaksinasi dilakukan. Jika, semuanya terlewati barulah nanti diberikan sertifikat telah melakukan vaksin Covid-19.

Baca Juga : Dinkes Jatim Kembali Terima 122 Ribu Vaksin Sinovac

"Saat observasi ini paling tidak 30 menit, untuk mengetahui ada tidaknya reaksi setelah diimunisasi. Sekalian pencatatan, pelaporan ke KPC-PEN dan dicetak sertifikat vasinasi Covid-19," tandasnya.

Tak hanya itu, tim kesehatan juga menyiapkan ambulance dan tim medis khusus untuk evakusai. Apabila ada hal yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit rujukan Covid-19 RSSA Malang.

Diinformasikan, data terupdate penerima vaksin Covid-19 pertama di Kota Malang akan dilakukan kepada 12 pejabat publik dan sekumlah tokoh masyarakat. Di antaranya, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko,

Kemudian, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Kabag Ops Polresta Malang Kota Sutyanto, Kajari Kota Malang Andi Dharmawangsa, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdiyan Primadhona.

Lalu, Ketua Pengadilan Negeri Malang Nuruli Mahdilis, Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya dr Djoko Heri Hermanto.

Selanjutnya dari tokoh agama, perwakilan  Muhammadiyah yakni Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Malang Baroni. Perwakilan NU diwakili oleh Ketua PCNU Kota Malang Isroqunnajah. Perwakilan Influencer, yakni dari Pengusaha Juragan 99, Gilang Widya Pramana.

Ada pula perwakilan dari Persatuan Gizi Kota Malang Rosidah Inayati. Serta, perwakilan dari kelompok disabilitas tunanetra yakni Anjar Rahmansyah.

Topik
vaksin sinovac di malangjuragan 99peserta vaksin di kota malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru