Terkait Herd Immunity, 1,8 Juta Lebih Warga Kabupaten Malang Harus Divaksin

Jan 27, 2021 14:00
Kadinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo saat memaparkan upaya mewujudkan herd immunity (Foto : Istimewa)
Kadinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo saat memaparkan upaya mewujudkan herd immunity (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, menyebut jika 70 persen penduduk di Kabupaten Malang harus menerima vaksin agar terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

”Jadi yang terang (jelas, red) kalau 70 persen warga Indonesia atau kususnya di Kabupaten Malang 70 persen penduduk sudah divaksinasi, mungkin itu sudah cukup. Nantinya akan terjadi herd immunity,” jelasnya.

Baca Juga : Dinkes Jatim Kembali Terima 122 Ribu Vaksin Sinovac

Jika memang 70 persen warga Kabupaten Malang wajib dilakukan vaksinasi, maka kurang lebih ada 1.858.113 dosis vaksin yang dinutuhkan. Hal itu sebagaimana hasil sensus penduduk yang dirilis BPS Malang pada Jumat (22/1/2021). Di mana disebutkan jika total masyarakat Kabupaten Malang sejumlah 2.654.448 orang. Artinya, jika 70 persen penduduk Kabupaten Malang harus divaksin agar terwujud herd immunity, maka sekitar 1.858.113 penduduk bakal diproyeksikan untuk disuntik vaksin Covid-19.

Sementara itu, lanjut Arbani, sampai saat ini Dinkes Kabupaten Malang hanya bisa mengusulkan para tenaga kesehatan (nakes) untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

”Prioritas vaksin akan diberikan kepada nakes, kami kemarin mengusulkan sekitar 8 ribu orang (nakes). Kemudian setelah diverifikasi ternyata baru kita dapatkan (yang lolos verifikasi, red) 4.170,” jelasnya.

Diterangkan Arbani, data dari para nakes yang didaftarkan untuk menerima vaksin tersebut, juga telah difasilitasi oleh layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

”Kami hanya bisa usulkan nakes kemarin sejumlah 8 ribu sekian, tapi untuk berapa jumlah peserta BPJS secara keseluruhan kami tidak tahu, karena yang tahu adalah pihak BPJS,” jelasnya.

Menurut Arbani, tahapan nakes yang diajukan untuk menerima vaksin tersebut, diawali dengan pengajuan data nakes yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS. Kemudian data para nakes itu akan diverifikasi oleh pusat.

”Data para nakes ini di verifikasi dari pusat, sehingga kami belum bisa mengetahui semua data sasaran (vaksinasi) tersebut. Karena itu nanti sifatnya top down, karena verifikasi itu dilakukan oleh pusat, kami hanya menerima data yang sudah siap jadi sasaran,” terangnya saat ditanya berapa jumlah penduduk Kabupaten Malang yang sudah terdata untuk mewujudkan herd immunity.

Meski tidak mengetahui secara rinci, namun pria yang identik mengenakan kaca mata ini, memastikan jika sedikitnya ada 4 golongan yang masuk dalam prioritas vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Selain Forkopimda, Toga Hingga Wartawan Kabupaten Malang Juga Dilibatkan Pencanangan Vaksin

Seperti yang sudah diberitakan, paska pencanangan vaksin Covid-19 yang ditujukan bagi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, yang rencananya bakal dilangsungkan di Pendapa Panji Kabupaten Malang pada Sabtu (30/1/2021). Prioritas pertama vaksinasi Covid-19 adalah para nakes. Di mana, realisasi vaksinasi kepada nakes itu akan mulai dilakukan pada Senin (1/2/2021).

Kemudian prioritas ke-2 adalah para anggota Polri dan TNI. Sedangkan sasaran prioritas vaksinasi ke-3 adalah pelaku ekonomi kerakyatan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Terakhir, prioritas ke-4 ditujukan kepada masyarakat umum di Kabupaten Malang. ”Sementara ini ada 4 prioritas (penerima vaksin Covid-19), untuk selanjutnya kami belum tahu apakah itu (vial vaksin, red) tetap diberlakukan subsidi atau tidak,” tandasnya.

Sekedar informasi, pada Senin (25/1/2021) Pemkab Malang mendapat jatah 7 ribu vial vaksin Covid-19. Saat ini ribuan vaksin tersebut telah tersimpan di cold storage milik Dinkes Kabupaten Malang.

Sejatinya jumlah vaksin sinovac yang diterima Dinkes Kabupaten Malang itu, masih ada kekurangan sejumlah 1.340 vial. Di mana, kekurangannya itu diklaim Arbani bakal kembali di drop jika tempat penyimpanan vaksin telah longgar. Yakni dimungkinkan pada minggu depan, atau tepatnya paska pencanangan kepada Forkopimda dan realisasi vaksinasi kepada nakes di Kabupaten Malang dilangsungkan.

Topik
vaksinasi covid 19 kabupaten malangjatah vaksin covid 19 kabupaten malangDinas Kesehatan Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru