Tingkat Kematian Bayi di Kota Malang Meningkat, Ini Sebabnya

Jan 27, 2021 10:13
Ilustrasi. (Foto: BBC).
Ilustrasi. (Foto: BBC).

MALANGTIMES - Selama tahun 2020, angka kematian bayi di Kota Malang meningkat. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tercatat setidaknya ada peningkatan 10 bayi yang meninggal dunia dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang Latifah Hanun mengungkapkan, jumlah kematian bayi di tahun 2020 sebanyak 49. Sedangkan di tahun 2019 tercatat 39 bayi. Adapun, penyebabnya ada beberapa hal.

Baca Juga : Mengenal Alat Deteksi Covid-19 GeNose dan Cara Kerjanya

 

"Penyebabnya karena BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), aspeksia atau sesak nafas pada bayi dan kelainan kongenital atau kelainan bawaan yang terjadi pada masa perkembangan janin," ungkapnya.

Dalam hal ini, ia mengungkapkan penanganan untuk menekan angka kematian bayi yakni dengan terus memaksimalkan edukasi dan pendampingam terhadap ibu. Seperti, edukasi BUTEKI (Ibu Meneteki atau menyusui) hingga pemantauan dini bayi dan balita.

"Kami terus melakukan edukasi dan pendampingan pada ibu hamil, edukasi BUTEKI, serta juga pemantauan atau deteksi dini pada bayi balita," terangnya.

Sementara itu, data kematian ibu diungkapkan Hanun tak mengalami peningkatan. Tercatat di tahun 2019 dan 2020 berjumlah sama yakni 9. Dari jumlah tersebut 2 di antaranya akibat terjangkit Covid-19, sedangkan penyebabnya mayoritas karena memiliki penyakit penyerta.

"Kalau ibu hamil tidak meningkat, tapi sama tahun 2020 ada 9 kematian ibu. Penyebabnya itu, karena penyakit infeksi, jantung dan perdarahan," paparnya.

Lebih jauh Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, kondisi tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk ditekan. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 yang lebih rentan menyerang pada ibu hamil dan balita.

Baca Juga : Disebut "Obat Dewa", Konsumsi Dexamethasone Harus Hati-hati dan Sesuai Anjuran Dokter

 

"Ini menjadi fokus kami, angka kematian bayi meningkat. Kenapa naik? Karena pandemi, kena covid. Ibunya bisa diselamatkan, tapi bayinya meninggal," jelasnya.

Salah satu upayanya yakni dengan penangkalan stunting. Kemudian, menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Pengadilan Negeri (PN) terkait izin menikah bagi usia dini. Sebab, usia terlalu dini juga menjadi salah satu yang rentan apabila tidak dengan optimal memahami mengenai kehamilan dan perawatan bayi.

"Maka dengan kerja sama dengan Kemenag dan PN itu jangan lagi ada dispensasi terkait pernikahan dini masih usia 15 tahun," pungkasnya.

Topik
Angka Kematian Bayi (AKB)Kematian bayi di Kota Malangangka kematian bayi meningkatDinkes Kota Malangupaya menekan kematian bayiWalikota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru