Akhir Pekan, Satlantas Polresta Malang Kota Panen Kendaraan Balap Liar

Jan 26, 2021 18:48
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution saat ditemui pewarta di Taman Krida Budaya, Selasa (26/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution saat ditemui pewarta di Taman Krida Budaya, Selasa (26/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Setiap akhir pekan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota selalu panen puluhan kendaraan bermotor yang terjaring dalam operasi razia balap liar di beberapa titik rawan yang telah dipetakan. 

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution mengatakan, bahwa pada Bulan Januari 2021 hampir di setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, Satlantas Polresta Malang Kota selalu mendapati para pemuda yang melangsungkan aksinya untuk balap liar di jalan raya. 

Baca Juga : Operasi Balap Liar, Satlantas Polresta Malang Kota Amankan 24 Kendaraan

"Setiap minggunya, pada malam sabtu dan malam minggu kita amankan 20 sampai 30 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat," ungkapnya kepada pewarta disela-sela kegiatan Arema Police Sobo Kelurahan, Selasa (26/1/2021). 

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini menuturkan, bahwa setiap akhir pekan pihaknya memang sengaja mencari kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua yang kerap kali meresahkan masyarakat. 

"Kita menanggapi laporan-laporan masyarakat. Khususnya kita atensi daerah Veteran, Ciliwung seputaran SPBU dan jalur Suhat ini. Kita memang menemukan beberapa titik mereka melakukan indikasi persiapan untuk balapan liar," tuturnya. 

Lanjut perwira yang akrab disapa Rama ini, bahwa kegiatan-kegiatan balap liar kian masif dilakukan oleh para pemuda saat berlangsungnya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Kota Malang. 

"Kita melihat memang dikegiatan PPKM ini masyarakat sudah sepi di jam-jam tertentu. Malah mereka (pelaku balap liar, red) gunakan untuk tes mesin untuk balapan di jalan raya," ujarnya. 

Alasan dari para pelaku yang kerap kali diamankan oleh Satlantas Polresta Malang Kota, bahwa mereka melakukan balap liar untuk mencoba kendaraannya. Terkhusus kendaraan roda empat, dikatakan Rama bahwa sebetulnya para pemilik maupun pengendara sudah mempunyai saluran resmi untuk balapan. 

"Namun mereka di saat-saat tertentu mengetes mesinnya keluar dari bengkel atau ada perubahan-perubahan. Mereka salahnya mengetes di jalan raya," bebernya. 

Baca Juga : Polisi Bekuk Dua Pembobol Bengkel Onderdil

Terkait tindakan atau hukuman yang diberikan kepada puluhan pelaku balap liar yang terjaring operasi razia balap liar yakni mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang kendaraan berbalapan dengan kendaraan lainnya. 

"Pasal 297 pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan denda maksimal Rp 3 juta itu yang kita terapkan," katanya. 

Disinggung akankah diberlakukan pencabutan SIM (Surat Ijin Mengemudi) para pelaku balap liar, Rama mengatakan, harus melihat rekaman pelanggaran pengendara tersebut. 

"Apabila berulang, tentunya kita akan berikan punishment yang lebih kepada mereka. Saat ini kendaraan mereka kita amankan di Polresta Malang Kota untuk selanjutnya dikembalikan standar sesuai standar layak jalan," tegasnya.

Topik
Balapan Liarbalapan liar kota malanghari untuk balapan liar di kota malangPolresta Malang KotaRazia balap liartindakan hukum balap liarBerita Kota Malang Hari Ini
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru