Tim Gabungan Temukan 515 Pelanggar Selama PPKM Tahap I di Kota Batu

Jan 26, 2021 12:18
Petugas gabungan yang melakukan operasi yustisi di salah satu warung di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas gabungan yang melakukan operasi yustisi di salah satu warung di Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Tim gabungan mendata ada 515 pelanggar dalam operasi yustisi  tahap I pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari 2021  di Kota Batu. Para pelanggar itu didominasi pelanggar yang membuka usaha  melebih jam operasional.

Dari 515 pelanggar itu, ada  239 pedagang kaki lima (pkl) dan warung yang melanggar jam operasional atau melebih pukul 19.00. Lalu, selanjutnya ada 212 perorangan melanggar protokol kesehatan.

Baca Juga : Polisi Jaga 10.240 Vaksin di Kota Malang selama 24 Jam

Kemudian ada 36 minimarket yang juga melanggar jam operasional di Kota Batu. Dan ada 28 pelaku usaha pelanggar protokol kesehatan. “Dalam dua pekan, yang melanggar sejauh ini masih mendapatkan teguran tertulis,” kata Kepala Satpol PP Kota Batu Mohammad Nur Adhim.

Ia menambahkan, sejauh ini tim gabungan masih belum mendapati ada melanggar dua kali. Sebab, jika ada, akan ditindak dengan penyegelan toko atau warung.

“Untuk yang sampai disegel tempat dagangannya, sejauh ini masih belum ada. Dan terbanyak melakukan pelanggaran itu dari Kecamatan Batu,” ungkapnya, Selasa (26/1/2021).

Operasi yustisi itu dalam sehari sejak pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB dengan pergantian dua shift. Dalam operasi yustisi itu, selain menindak warga yang tidak menggunakan masker, juga mengingatkan mereka agar mengenakan masker secara benar. Juga memonitoring pelaku usaha di bidang makanan dan minuman di Kota Batu. 

“Para pelaku usaha yang melanggar ketentuan sesuai dengan SE wali kota Batu akan dikenakan sanksi. Awalnya teguran secara lisan. Jika membandel, tidak diizinkan beroperasi selama tujuh hari,” terang mantan camat Junrejo ini.

Adhim pun mengimbau agar warga Kota Batu terus meningkatkan protokol kesehatan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Baca Juga : PPKM Tahap Kedua di Kabupaten Malang, Ada Perubahan Jam Malam

Menurut dia,  diberlakukannya PPKM untuk menekan penyebaran covid-19 di Kota Batu. Juga  agar mewujudkan Kota Batu menjadi zona hijau. Sementara PPKM tahap II berlangsung hingga 8 Februari mendatang.

Saat PPKM ini diberlakukan, Kota Batu mampu menurunkan statusnya menjadi zona kuning atau risiko rendah. Meski demikian, pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

 

Topik
Operasi YustisiPemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakatpelanggar ppkm

Berita Lainnya

Berita

Terbaru