Berdayakan Perempuan, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Kian Gencar Gelar Pelatihan

Jan 26, 2021 10:17
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Peny Indriani saat ditemui pewarta di ruangan kerjanya, Senin (25/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Peny Indriani saat ditemui pewarta di ruangan kerjanya, Senin (25/1/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Kabar gembira bagi kaum perempuan Kota Malang. Untuk memberdayakan kaum perempuan, Dinsos-P3AP2KB (Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Malang akan gencar melakukan pelatihan terhadap kaum perempuan. 

Pelatihan kepada kaum perempuan tersebut untuk meningkatkan keahlian dan menambah penghasilan tambahan.  "Kalau pemberdayaan perempuan, itu pelatihan-pelatihan. Bagaimana perempuan itu dapat berdaya. Pelatihan biar bisa menghasilkan tambahan uang," ujar Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Peny Indriani, Selasa (26/1/2021). 

Dengan pelatihan tersebut, kaum perempuan di Kota Malang bisa diarahkan untuk membuat sebuah UMKM (usaha mikro kecil menengah). Artinya, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang berharap embrio dasar peningkatan perekonomian perempuan di Kota Malang melalui pelatihan-pelatihan usaha. 

"Perempuan-perempuan yang nganggur, juga perempuan janda-janda, terus nanti kami teruskan ke Dinas Koperasi dan UMKM. Entah nanti dibantu modalnya. Kami lakukan pemberdayaan paling dasar," ungkap Peny. 

Bentuk pelatihannya antara lain menjahit, merajut, dan membuat kue. Untuk pelatihan ini, Dinsos-P3AP2KB akan menggandeng  beberapa kalangan guna memberikan bantuan berupa alat praktik usaha. 

"Modalnya biasanya ada bantuan alat praktik. Dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, red). Seperti bantuan untuk merajut atau membuat kue. Ya kami berikan saat pelatihan, tidak tiap RW," kata Peny.

Untuk disituasi dan kondisi sebelum pandemi covid-19, pelatihan usaha untuk perempuan yang dilakukan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bisa mencapai 200 orang. Jumlah itu  dibagi dua gelombang  atau masing-masing 100 orang. 

"Sekali pelatihan, kalau dulu bisa 200 dibagi dua gelombang sehingga masing-masing 100. Kalau sekarang kami kurangi karena harus menjaga jarak. Jadi, setiap pelatihan hanya 30 orang. Tapi tetap berjalan kegiatannya," tandas Peny.

Topik
Dinsos P3AP2KB Kota MalangBerdayakan PerempuanPeny Indrianipelatihan usaha

Berita Lainnya

Berita

Terbaru