Disebut Jenis Narkoba Langka, Apa Itu P-Fluoro Fori yang Digunakan Selebgram Syiva Angel?

Jan 26, 2021 09:03
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

INDONESIATIMES - Selebgram asal Jakarta Syiva Angel (23) diamankan Polresta Denpasar, Bali, terkait kasus narkoba jenis baru, yakni P-Fluoro Fori, Senin (25/1/2021) kemarin.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan menyebut P-Fluoro Fori adalah narkoba jenis baru. "Ini dikatakan langka. Narkoba jenis baru ini kayak pil ekstasi, tapi efeknya lebih parah ketimbang pil ekstasi biasanya itu," ujarnya.

Baca Juga : Selebgram Asal Jakarta Terjerat Kasus Narkoba Jenis Baru di Bali

Syiva Angel dan ketiga temannya diamankan karena kedapatan menyimpan barang bukti P-FLuoro Fori sebanyak 4 tablet dan 3 pecahan dengan berat bersih 1,90 gram. "Mereka dijerat dengan Pasal 12 Ayat UU RI No 35 Tahun 2009 tentang  narkotika. Ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun," ujarnya.

Namun, narkotika jenis P-Fluoro Fori tidak ditemukan dalam tiga golongan di aturan Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika maupun Permenkes  No 5/2020 tentang perubahan penggolongan narkotika.

Tercatat, dalam  Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, golongan I ada 65 jenis, golongan II ada 86 jenis, dan golongan III ada 14 jenis.

Sedangkan di  Permenkes  No 5/2020 tentang perubahan penggolongan jenis narkotika, golongan I ada 182 jenis, golongan II ada 91 jenis, dan golongan III ada 15 jenis. "Nanti akan kami kembangkan dan diteliti narkoba jenis baru ini," ujar Jansen.

Jika ditelaah, dalam  permenkes terbaru, jenis narkotika pada golongan I pada nomor 177 tertulis jenis narkotika 4-Fluoro MDMB-BlNACA. Apakah jenis narkotika tersebut menyerupai P-Fluoro Fori?

Baca Juga : Viral Ibu Ditahan Bareng Anaknya Umur 10 Bulan, Warganet Bandingkan dengan Kasus Gisel

Diketahui, jenis Para-Fluoro-Butyrylfentanil telah ditinjau oleh Komite Ahli Ketergantungan Obat (ECDD) yang kemudian diajukan sebagai perhatian kusus oleh WHO. Hal itu dikarenakan jenis Para-Fluoro-Butyrylfentanil jika masuk ke tubuh manusia akan menyebabkan beberapa gejala, seperti disorientasi, bicara cadel, gaya berjalan goyah, hipotensi, dan penyempitan pupil. Sejak itu, Para-Fluoro-Butyrylfentanil terdaftar di Jadwal I Konvensi Tunggal 1961 tentang narkotika.

 

Topik
Narkoba LangkaKasus NarkobaP Fluoro ForiSyiva Angel

Berita Lainnya

Berita

Terbaru