Operasi Balap Liar, Satlantas Polresta Malang Kota Amankan 24 Kendaraan

Jan 25, 2021 21:51
Para terduga pelaku balap liar yang diamankan oleh jajaran Satlantas Polresta Malang Kota, Minggu (24/1/2021). (Foto: Satlantas Polresta Malang Kota) 
Para terduga pelaku balap liar yang diamankan oleh jajaran Satlantas Polresta Malang Kota, Minggu (24/1/2021). (Foto: Satlantas Polresta Malang Kota) 

MALANGTIMES - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Malang Kota mengamankan 24 kendaraan bermotor yang diduga akan melakukan balap liar pada hari Minggu (24/1/2021) dini hari. 

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution mengatakan bahwa puluhan kendaraan yang terjaring operasi razia balap liar tersebut tidak layak jalan dan dapat mengganggu ketertiban umum, serta membahayakan pengguna jalan di Kota Malang. 

Terkait kelengkapan kendaraan dan surat-surat kepemilikan juga menjadi sorotan Satlantas Polresta Malang Kota pada operasi razia balap liar kali ini. 

"Kendaraan tersebut diamankan, karena tidak sesuai teknis layak jalan, yakni tidak memakai nomor polisi, spion, serta menggunakan knalpot tidak standar atau brong," ujarnya kepada awak media Senin (25/1/2021). 

Perwira yang akrab disapa Rama ini menyebutkan bahwa dari 24 kendaraan bermotor yang telah diamankan di Mapolresta Malang Kota terdapat kendaraan Roda Dua dan Roda Empat. 

"Sebanyak 24 kendaraan berhasil diamankan. Dengan perincian, 13 unit sepeda motor dan 11 unit mobil," terang perwira dengan satu melati di pundaknya ini. 

Lanjut Rama bahwa pihaknya beserta jajaran Satlantas Polresta Malang Kota melakukan operasi razia balap liar sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB yang menyasar beberapa titik rawan yang kerap kali digunakan oleh para pemuda untuk melakukan aksi balap liar yang dapat membahayakan pengguna maupun pengendara tersebut. "Kendaraan tersebut diamankan dari beberapa lokasi. Antara lain di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Besar Ijen dan Jalan Soekarno-Hatta," sebutnya. 

Sementara itu, Rama mengatakan bahwa puluhan kendaraan bermotor tersebut dapat diambil oleh pemiliknya di Mapolresta Malang Kota, setelah para pelanggar membayar denda tilang yang dikenakan. "Namun bukan berarti membayar denda tilang, mereka bisa mengambil kendaraan begitu saja. Mereka baru bisa mengambil, setelah menstandarkan kembali kondisi kendaraan sesuai spek pabrikan," jelasnya. 

Lanjut Rama bahwa hal tersebut dilakukan kepada para pengendara agar mereka semua tidak mengulangi tindakan dan aksi kebut-kebutan di jalan. Karena dapat membahayakan pengguna jalan umum maupun pengendara balap liar itu sendiri. 

Topik
Berita Malang operasi balap liar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru