Tanah Longsor Kembali Terjang Bumiaji, 1 Rumah Rusak dan Akses Jalan Tertutup

Jan 25, 2021 11:13
Alat berat saat mengangkut material tanah longsor di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
Alat berat saat mengangkut material tanah longsor di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

BATUTIMES - Tanah longsor kembali melanda Kota Batu. Kali ini, longsor terjadi di dua titik sekaligus di kawasan Kecamatan Bumiaji. Akibatnya, 1 rumah milik Yuliono tepatnya di Jalan Raya Sumber Brantas, Dusun Jurangkuali, Desa Sumber Brantas mengalami kerusakan. Selain itu, bencana tersebut juga menutup jalur jalan di Desa Tulungrejo.

Kejadian itu berlangsung pada Minggu (24/1/2021) lantaran hujan dengan intensitas tinggi. “Yang menyebabkan tanah longsor mengakibatkan plengsengan non teknis ambrol,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu.

Baca Juga : Ekskavasi Bangunan Utama Petirtaan Sumberbeji Rampung, Ini Hasilnya

Akibat dari tanah longsor itu membuat plengsengan non teknis menjadi ambrol, berdampak pada rumah milik Yuliono, membuat dinding rumah Yuliono jebol. Kemudian perabotan rumah terendam lumpur.

“Plengsengan yang longsor itu dengan dimensi panjang 3 meter, lebar 3 meter dan tinggi 4 meter,” imbuhnya, Senin (25/1/2021). 

Pasca insiden tersebut, maka upaya yang perlu dilakukan ke depan yakni dengan pembangunan plengsengan teknis. Dengan harapan, tak ada insiden baru yang membahayakan masyarakat setempat.

Belum selesai dibenahi, longsor juga terjadi di Jalan Pura Luhur Giri Arjuno, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji pada hari ini, Senin (25/1/2021). Longsor tersebut membuat saluran seluruh badan jalan tertutup.

Kerusakan pada tebing mengalami longsor dengan dimensi panjang 15 meter, lebar 4 meter dan tinggi 12 meter. Material longsor menutup seluruh badan jalan menuju ke Pura Luhur Giri Arjuno.

“Upaya yang dilakukan dengan pembersihan material longsor dengan cara manual dan menggunakan alat berat,” tambah Agung.

Baca Juga : Awal Tahun 2021, 23 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kabupaten Malang

Dengan demikian, tanah longsor ini menambah deretan kejadian bencana di Kota Batu. Sampai saat ini, tercatat sudah ada 40 kejadian. Sejumlah 33 kejadian diantaranya merupakan tanah longsor termasuk plengsengan ambrol, 6 lainnya terdiri dari banjir luapan, angin kencang, dan sebagainya.

Mengingat potensi hujan masih diperkirakan terjadinya bencana, Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Batu terus melakukan monitoring rutin kawasan rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang. “Kami juga lakukan piket Standby Force Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana 24 jam per shift 2-3 orang mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 08.00 WIB,” ujar mantan sekretaris BPBD Kota Batu ini.

“Kami mengimbau kepada warga untuk terus waspada di tengah musim penghujan ini, terutama di kawasan rawan tanah longsor khususnya di Kecamatan Bumiaji. Dan daerah rawan banjir,” imbaunya.

Topik
Tanah longsor kota batu longsor kota batu bencana kota batu Berita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru