Ratusan Sepeda Motor Tunggu Pemilik, Deadline Pengambilan 19 Februari

Jan 24, 2021 20:04
Ratusan barang bukti sepeda motor yang belum diambil pengguna (Hendra Saputra)
Ratusan barang bukti sepeda motor yang belum diambil pengguna (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Sebanyak327 motor barang bukti hasil sitaan balap liar di Stadion Kanjuruhan menumpuk di Polres Malang. Satlantas Polres Malang memberi Deadline hingga 19 Februari 2021 kepada para pemilik motor untuk mengambil kendaraan mereka. 

Jika tidak diambil, barang bukti tersebut akan dilimpahkan ke Reskrim Polres Malang. Karena bisa diindikasikan sebagai barang curian. 

Baca Juga : Maling Motor Beraksi, Incar Kawasaki Ninja saat Pemilik Salat Jumat

"Kalau sampai tanggal tersebut tidak dilengkapi, berarti ada kemungkinan kendaraan itu bodong dan akan kami teruskan ke Satreskrim," kata Kasat Lantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho.

Ady menjelaskan ratusan motor tersebut didapat dari razia yang dilakukan sehari sebelum adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Polres Malang sempat melakukan operasi skala besar untuk melihat bagaimana kondisi masyarakat ketika pandemi covid-19.

Dan di lapangan ditemukan fakta masih banyak terutama kalangan anak muda yang membuat suatu perkumpulan massa dengan kegiatan balap liar.

Dari situ, Polres Malang menemukan ratusan sepeda motor yang diketahui melakukan balap liar atau sekadar menonton. Padahal saat itu Pemerintah Kabupaten Malang telah jelas memberikan aturan bahwa masyarakat agar menaati peraturan protokol kesehatan (prokes) yang salah satunya yakni menjaga jarak atau dilarang berkerumun.

Dari total 546 sepeda motor yang disita Polres Malang, saat ini masih tersisa 327 barang bukti yang masih belum diambil oleh penggunanya.

Ady mengungkapkan bahwa barang bukti yang belum diambil tersebut lantaran penggunanya belum berani mengambil karena ada syarat ketika proses pengambilan.

Baca Juga : Tas Raib di Ruang Tunggu PO Bus, Warga Jakarta Harus Rela Kehilangan Uang dan HP

"Pengguna belum datang ke Polres Malang untuk mengambil barang bukti tersebut, karena mungkin mereka takut, soalnya ada syarat yaitu mengajak orang tua dan melengkapi surat dan perlengkapan standarnya," ungkap Ady Nugroho.

Ady menyebut, syarat mengajak orang tua tersebut memang dilakukan karena pihaknya ingin agar masyarakat bisa mengetahui pergaulan anaknya sehingga di kemudian hari tidak ada lagi balap liar.

"Orang tua supaya paham kesalahan yang dilakukan oleh anaknya," ucapnya.

 

Topik
Berita MalangMotor Bodong

Berita Lainnya

Berita

Terbaru