Ekskavasi Bangunan Utama Petirtaan Sumberbeji Rampung, Ini Hasilnya

Jan 24, 2021 12:09
Penampakan situs petirtaan era Majapahit di Sendang Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Penampakan situs petirtaan era Majapahit di Sendang Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim telah merampungkan ekskavasi pada bangunan utama Petirtaan Sumberbeji. Pada proses selanjutnya, tim ekskavasi akan mengatur saluran air masuk dan keluar pada situs purbakala tersebut.

Petirtaan suci ini berada di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. Bangunan purbakala ini berbentuk persegi dengan luas 20 x 17 sentimeter. Struktur bangunan berupa dinding dari bata merah kuno. Masing-masing berukuran 38 x 23 x 9 sentimeter.

Baca Juga : Jadi Sorotan, Pengembang Perumahan yang Longsor Mangkir dari Panggilan Pemkot Malang

Dibagian tengah bangunan terdapat struktur bangunan utama berbentuk persegi, dengan bagian atasnya terdapat struktur melingkar. Di sisi sebelah barat, terdapat saluran air masuk melalui kanal kuno berbahan bata merah. Sedangkan, saluran buang telah ditemukan di dinding sebelah timur laut.

Sejauh ini, tim arkeolog BPCB Jatim telah 4 kali melakukan ekskavasi. Pada Januari ini, arkeolog telah berhasil mengungkap seluruh bagian lantai petirtaan. Lantai petirtaan memiliki kedalaman 2 meter dari batas atas struktur dinding. Lantai terbuat dari tatanan bata merah kuno.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, tahun ini akan dilanjutkan ekskavasi di Petirtaan Sumberbeji. Dirinya akan berusaha mengatur air pada saluran masuk dan buangnya.

"Jadi PR kita tahun ini menata inlet (saluran masuk, Red) dan outlet (saluran buang, Red)," terangnya pada JatimTIMES, Minggu (24/1/2021).

Dikatakan Wicaksono, sepekan yang lalu dirinya mulai melakukan normalisasi pada saluran air di Petirtaan Sumberbeji. Debit air diatur untuk bertahan di ketinggian 60 sentimeter. Itu bertujuan agar air tidak menutupi seluruh struktur petirtaan.

"Dengan ketinggian itu seluruh bangunan petirtaan Sumberbeji bisa dilihat dengan jelas. Kerusakan bangunan bata juga lebih bisa diminimalisir," ujarnya.

Upaya penataan saluran buang sementara dilakukan dengan membuka di sisi timur petirtaan. Di samping bukaan, diletakkan sebuah sumuran. 

"Jadi air dicegat agar masuk ke sumuran. Lalu nanti bisa dipompa tenaga listrik untuk dialirkan ke irigasi," kata Wicaksono.

Baca Juga : Sempat Ada Suara Gemuruh, Rumah Ambruk dan Penghuninya Terbawa Arus Sungai

Situs Petirtaan Sumberbeji pertama kali ditemukan pada 23 Juni 2019. Bangunan purbakala itu terkubur dalam embung di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Sudah sejak lama embung tersebut dikeramatkan oleh warga setempat.

Bangunan petirtaan suci era Majapahit itu, ditemukan warga saat membersihkan embung untuk persiapan sedekah desa. Struktur pertama yang ditemukan berupa kanal kuno dari bahan bata merah berukuran besar.

Sejak saat itu, tim arkeolog BPCB Jatim secara berkelanjutan melakukan penelitian dan ekskavasi. Sejauh ini, benda-benda purbakala telah banyak ditemukan. Seperti jaladwara atau pancuran air berbentuk kepala naga, fragmen porselen dan uang koin kuno. 

Temuan paling fenomenal yaitu jaladwara berbentuk garuda atau garudea yang masih menempel di bagian struktur dinding petirtaan.

 

Topik
Petirtaan Sumberbeji Jombang petirtaan suci era majapahit ekskavasi petirtaan sumberbeji arkeolog BPCB Jatim kronologi ditemukan petirtaan sumberbeji berita kabupaten jombang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru