ZIARAH AKSARA

Jan 24, 2021 11:41
Ilustrasi Puisi (pinterest)
Ilustrasi Puisi (pinterest)

*dd nana

i.

Kenangan tak pernah retak, sayang

Hanya menggosongkan warna

Menjelma legam dan berusaha mengakar 

Lebih dalam.

Ingatanlah yang sering limbung 

menyampaikan rupa prasangka.

ii.

Ingatan.selalu begitu keras

Maka, ajari aku untuk melunakannya

Aku tak ingin bertikai, cinta.

iii.

Tadi pagi.kubungkus dingin Januari

Membakarnya di perigi kopi.

iv.

Sebatang ilalang perlahan rebah di bahu malam 

Aku terkesima. Di langit,tak ada bintang.

v.

Letih ini mengajak ku melarungkan diri 

Di lembut dadamu.

vi.

Bersama waktu

melarungkan rindu

nafas kita menjadi perahu

ruang tamu 

yang begitu sesak cerita,kecup, peluk dan ragu

bersamaku,kau,jelma hawa yang tidak ragu

dan aku,adam yang bersekutu dengan waktu

dengan batu

kelak,waktu yang kita larungkan, bukan begitu,cinta?

vii.

Kantuk

Pawai aksara lamur

Yang gigil menunggu kubur

viii.

Rumah kita, aquarium kota yang retak

berdesak-desak, terdesak-desak 
bahkan sekedar untuk berak 
sebenarnya telah lama terserak, ucapmu

Lantas siapa para penyihir itu?

ix.

Para kucing tak bertuan, para pejalan tak berumah, para pendo’a yang ditikam sunyi

Beriringan pulang, ke entah

Ah, semoga mereka tidak berkarat 

dalam perjalanan pulang.

 

*hanya penikmat kopi lokal

 

 

 

Topik
ZIARAH AKSARA puisi pendek

Berita Lainnya

Berita

Terbaru