50 Persen UMKM Binaan Kadin Kabupaten Malang Gulung Tikar

Jan 22, 2021 19:44
Salah satu pedagang yang diberi imbauan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Malang (Hendra Saputra)
Salah satu pedagang yang diberi imbauan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Malang (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - 50 persen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdaftar di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Malang gulung tikar akibat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketua KADIN Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo mengatakan bahwa penerapan PPKM kembali memukul dunia usaha setelah sebelumnya di tahun 2020 bisa dikatakan sangat minus. "Ada 38 pengusaha kami yang tidak aktif lagi atau menutup usahanya, ya hampir 50 persen dari total anggota kami yang sekitar 70-an, dan mayoritas usaha kuliner," ucap pria yang akrab disapa Bogank ini.

Baca Juga : Selain Jual Beli Tanah, Investasi Pariwisata dan Agroindustri Meningkat di Era Pandemi

"Dari awal Covid-19 sebenarnya (para pengusaha, Red) sudah resah. Apalagi ada PSBB menurun semua usaha-usaha itu. Tapi setelah New Normal itu lumayan. Tapi pas PPKM ini kembali turun lagi," imbuhnya.

Menurut Bogank, jika usaha yang diarahkan ke Online justru membuat satu pekerjaan rumah kembali. Karena dunia usaha di Kabupaten Malang berbeda dengan yang dari di kota.

"Jika diarahkan melalui Online pengusaha kecil jelas kalah bersaing dengan yang sudah terkenal. Pesan Online ini kan biasanya dilakukan di wilayah perkotaan, kalau orang desa ya kemungkinan kecil bisa (melakukan, Red)," terang dia.

Salah satu faktor beberapa pengusaha gulung tikar karena tidak mampu lagi membayar cicilan di bank. "Karena sepi dan gak bisa bayar cicilan. Mereka pun sudah ajukan pengunduran tanggal cicilan tapi ditolak akhirnya ya bangkrut," kata dia.

Baca Juga : Berdayakan 425 Ribu Pelaku Usaha Mikro, Penanam Modal di Kabupaten Malang Wajib Gandeng UMKM

Untuk itu, Bogank pun berharap ada kepanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk mengatasi keluh kesah pengusaha.

"38 usaha itu telah berusaha (mencari dana agar tidak bangkrut, Red) tapi sia-sia dan ditolak, karena sudah terdaftar di bank lain. Untuk itu, saya berharap Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang ikut membantu pengusaha kecil dan menengah yang sedang berada di tengah kebangkrutan itu," pungkasnya.

Topik
Berita Malangkadin kabupaten malangusaha gulung tikar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru