Dirikan Bangunan di Kota Malang Kini Wajib Sediakan Sumur Resapan

Jan 22, 2021 19:49
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan berbagai upaya penanganan banjir. Salah satunya dengan mewajibkan setiap pendirian bangunan harus menyediakan sumur resapan atau resapan biopori.

Kewajiban itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) nomor 2 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Penyediaan dan Pemanfaatan Sumur Resapan dan/atau Resapan Biopori Pada Bangunan Gedung di Seluruh Wilayah Kota Malang Untuk Mengurangi Risiko Banjir. SE ini ditandatangani Wali Kota Malang Sutiaji, hari ini (Jumat, 22/1/2021).

Baca Juga : Tindak Lanjuti Imbas Air PDAM Rasa Solar, Petugas Langsung Lakukan Identifikasi

Dalam SE tersebut menyebutkan, jika seluruh pemilik bangunan gedung dan pengembang kawasan perumahan dan kawasan permukiman di Kota Malang wajib memenuhi persyaratan yang tercantum dalam persyaratan pengajuan izin Mendirikan Bangunan (IMB), termasuk pembuatan sumur resapan.

"Peningkatan pemanfaatan sumur resapan dan/atau resapan biopori pada bangunan gedung di seluruh wilayah Kota Malang termasuk tempat tinggal, tempat ibadah, tempat usaha, tempat pelaksanaan kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus Kota Malang," isi dari SE tersebut.

Sebelumnya, Sutiaji menyebut penetapan kebijakan ini dilakukan guna menjamin tidak adanya limbah yang masuk ke saluran dan menyebabkan banjir. Sehingga, ketika diizinkan mendirikan perumahan, para pengembang harus memastikan ketersediaan sumur resapan.

"Ketika kita izinkan dulu itu bahasanya mereka-mereka pengembang menjamin tidak ada namanya limbah hujan masuk ke saluran yang sudah ada. Ini kami buat SE. Semua organisasi kita minta untuk koordinasi tentu dengan PU (DUPRPKP Kota Malang) dan PTSP (Disnaker-PMPTSP Kota Malang)," jelasnya.

Adapun, bentuk dari pembangunan sumur resapan itu, dijelaskan pula harus sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung pasal 74.

Di antaranya, bentuk struktur sumur resapan harus berbentuk bulat/lingkaran atau empat persegi panjang, dibuat dari beton-beton bertulang, pasangan bata atau tanah dan di dalamnya diisi dengan batu kali, ijuk, geotekstil, batu bata, arang dan lain-lain yang dapat meresapkan air.

Kemudian, untuk jenis-jenis sumur resapan dibagi menjadi 2, yakni untuk bangunan gedung/rumah bertalang maka untuk pembuatan sumur resapan air hujan dengan dinding pasangan batu. Atau sumur resapan air hujan dengan dinding beton pracetak/precast (reinforced concrete pipe).

Sedangkan, untuk bangunan gedung atau rumah tidak bertalang harus ada saluran penghantar menuju sumur resapan. Seperti, sumur resapan air hujan dari pasangan batu yang diisi dengan batu-batuan, sumur resapan air hujan dengan dinding beton pracetak/precast (reinforced concrete pipe), dan sumur resapan air hujan dengan dinding pasangan batu bata.

Baca Juga : Efek La Nina: Badai Debu, Pohon Tumbang, hingga Banjir Rawan Terjadi di Kota Batu

 

Adapun penempatan sumur resapan juga dijelaskan bisa ditempatkan di seluruh daerah pekarangan dengan beberapa ketentuan sebagai berikut.

Yakni, air yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air hujan dan air yang tidak mengandung bahan pencemar, kemudian tidak mengganggu kekuatan bangunan di sekitarnya, jauh dari septic tank dan dari batas pekarangan, tidak dibangun pada daerah dengan air tanah tinggi atau kecuali untuk maksud memperbaiki kualitas air tanah.

Selanjutnya, pada daerah yang labil atau mudah longsor atau terjal (kemiringan lebih dari 1:2) pada lokasi timbunan sampah dan/atau tanah yang mengandung bahan pencemar, serta sumur resapan digali sampai pada lapisan tanah berpasir atau maksimal 2 meter di bawah permukaan air tanah atau kedalaman rencana dari volume.

Penekanan lainnya, berlaku untuk kawasan dengan muka air tanah tinggi (kurang dari 3 meter) dan lereng yang pada umumnya mudah longsor, air hujan langsung  dialirkan ke waduk atau empang melalui sistem drainase lingkungan.

Dalam hal ini, Pemkot Malang juga mengimbau bagi pengurus lingkungan, seperti Ketua RT dan Ketua RW untuk memantau setiap warganya terkait dengan ketersediaan sumur resapan atau resapan biopori di wilayahnya masing-masing.

Topik
Pemerintah Kota Malangpenanganan banjirSumur Resapanresapan bioporiSurat EdaranPembangunan Gedungizin mendirikan bangunan (IMB)

Berita Lainnya

Berita

Terbaru