Misi Kemanusiaan, UB-RSSA Berangkatkan Emergency Medical Team ke Mamuju

Jan 22, 2021 15:53
Tim EMT yang sebelumnya berangkat terlebih dulu ke Sulawesi Barat (Ist)
Tim EMT yang sebelumnya berangkat terlebih dulu ke Sulawesi Barat (Ist)

MALANGTIMES - Tim kedua Emergensi Medis atau Emergency Medical Team (EMT) dari Universitas Brawijaya UB dan juga RSSA telah tiba di Mamuju, Sulawesi Barat, (22/1/2021). Tim tersebut beranggotakan 23 tenaga kesehatan yakni 14 dokter dan 9 perawat.

Dikirimkannya Tim EMT itu sebagai misi kemanusiaan untuk mem-backup RS rujukan tertinggi di wilayah tersebut yang menangani korban pasca gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Dari infomasi, kemungkinan masih terdapat korban yang mengalami trauma maupun patah tulang yang belum bisa mengakses rumah sakit  darat.

Baca Juga : Ditunjuk PMI Pusat, PMI Kota Malang Kirim Relawan ke Sulawesi Barat

Ketua Tim EMT, dr. Satria Pandu Persada Isma, Sp.OT (K) menjelaskan, jika saat ini 20 orang tim EMT telah tiba di Mamuju, namun beberapa masih di bandara untuk melakukan pendataan barang.

“Kami sudah tiba jam 11.00 WITA. Teman-teman masih di bandara, melakukan pendataan barang,” ucapnya melalui Zoom meeting bersama Direktur RSSA dan juga Rektor UB, Sabtu (22/1/2021).

Dari 63 Koli barang yang ia bawa, beberapa ada yang masih di Makasar, karena memag keterbatasan ruang pesawat. Namun pihak bandara akan segera mengirimkan barang tersebut pada keberangkatan selanjutnya.

Setelah ini, pihaknya bersama TIM EMT akan berkoordinasi bersama dengan RSUD Provinsi untuk orientasi situasi maupun tugas yang akan dilakukan.

Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si., Med., SpA(K) menyampaikan sambutannya dalam zoom meeting. Pihaknya menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang mendukung dalam pemberangkatan Tim EMT.

"Kita memiliki tanggungjawab moral dan sosial untuk membantu dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Teman-teman akan membantu pelayanan di bidang kesehatan," jelasnya, (22/1/2021).

Dalam mengirimkan tim untuk misi kemanusiaan, dijelaskannya jika ini bukan yang pertama. Sebelum, UB juga pernah mengirimkan tim bantuan ke Palu maupun Lombok.

"Dengan pengalaman yang dimiliki, tentunya saya harap teman-teman bisa menjalankan tugas dengan baik dan bisa menjaga keselamatan diri," bebernya.

Direktur RSSA dr Kohar Hari Santoso, mengharap, agar Tim EMT bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin. Pihaknya juga menekankan kepada anggota tim untuk juga menjaga diri.

Baca Juga : Korban Longsor di Sulfat Merupakan Relawan Kemanusiaan MCC, Berikut Pengabdiannya

"Jaga diri, karena di sana informasinya juga rawan. harapannya semua sehat dan bisa pulang dengan selamat. Semoga apa yang mereka lakukan jadi amal ibadah," bebernya.

Sementara itu, Rektor UB, Prof Nuhfik Hanani menambahkan hal yang senada dengan Direktur RSSA maupaun Dekan Fakultas Kedokteran. Pihaknya mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan berbagai pihak yang telah mendukung keberangkatan Tim EMT dalam misi kemanusiaan.

Perlu diketahui, kita selalu perduli dengan kegiatan sosial. Apalagi ini kegiatan tak terduga karena bencana. Ini kegiatan mulia, ini adalah pekerjaan yang sangat mulai semoga bisa bekerja dengan maksimal. Tapi jangan lupa menjaga diri, karena di sana juga zona merah katanya. Saya harap semua menjaga diri, sehingga bisa pulang dengan aman," pungkasnya.

Sebelumnya, tim pertama anggoat Tim EMT telah berangkat terlebih dulu Kamis (21/1/2021). Mereka terdiri dari satu dokter dan satu perawat yaitu dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM dan Aguswanto Amd.kep. Direncanakan, tim akan berada di sana selama delapan hari dengan enam hari efektif.

 

 

Topik
bencana mamuju bantuan kesehatan tim medis UB RSSA Kota Malang emergency medical

Berita Lainnya

Berita

Terbaru